Istana Negara Gedung Agung (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Istana Negara Gedung Agung (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Rabu, 4 Oktober 2017 11:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Warga Jogja Jarang Berkunjung ke Gedung Agung, Wisatawan Mayoritas dari Luar Daerah

Kepala Istana Kepresidenan Jogja, Saipullah menyayangkan masih sedikitnya masyarakat DIY yang mengunjungi Istana Kepesidenan Jogja

 
Solopos.com, JOGJA–Kepala Istana Kepresidenan Jogja, Saipullah menyayangkan masih sedikitnya masyarakat DIY yang mengunjungi Istana Kepesidenan Jogja atau yang dikenal dengan nama Gedung Agung.

Ia menyatakan, justru masyarakat dari luar DIY yang lebih antusias dalam mengunjungi Gedung Agung. “Istana Jogja ini milik masyakat DIY, tapi masak warga luar yang lebih tahu sementara orang DIY sendiri enggak tahu,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Senin (2/10/2017).

Karena itulah, kata Saipullah, pihaknya terus berusaha mengajak masyarakat DIY agar berkunjung ke Gedung Agung. Bahkan, ia menyatakan pihaknya sampai memberikan fasilitas jemput bagi masyarakat lanjut usia.

Menurutnya, jika masyarakat berkunjung ke istana yang dulu pernah menjadi kediaman Presiden Sukarno itu maka akan mendapatkan banyak nilai-nilai sejarah. Pasalnya, Gedung Agung menjadi saksi tersendiri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menyampaikan, mungkin yang menjadi penyebab kenapa masyarakat enggan berkunjung ke Gedung Agung  adalah karena terbatasnya informasi.

Ia mengatakan, masyarakat kebanyakan belum tahu jika istana yang mulai dibangun tahun 1824 itu terbuka bagi umum, “Masyarakat enggan karena tempatnya sakral dan terkesan angker sehingga mereka tidak tahu apakah boleh masuk atau tidak,” ucapnya.

Untuk mengatasi hal ini, sebutnya, pengelola bisa memasang papan pengumuman bahwa Gedung Agung terbuka bagi umum. Papan pengumuman tersebut bisa dipasang di pagar atau depan pintu masuk.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…