Halaman Depan Harian Umum Solopos edisi Rabu, 4 Oktober 2017 Halaman Depan Harian Umum Solopos edisi Rabu, 4 Oktober 2017
Rabu, 4 Oktober 2017 09:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Flyover Manahan: Tak Ngebut di Jalan Kampung

Dampak pembangunan flyover Manahan menjadi salah satu berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Solopos.com SOLO – Warga di sekitar perlintasan rel kereta api (KA) Manahan, Solo, bersiap menghadapi kemungkinan jalan kampung di permukiman mereka menjadi jalan alternatif selama pembangunan jalan layang atau flyover Manahan.

Ulasan mengenai dampak pembangunan flyover Manahan ini menjadi berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (4/10/2017). Selain berita ini, Solopos hari ini juga mengulas rangkaian laga persahabatan Timnas Indonesia.

Berikut cuplikan berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu, 4 Oktober 2017;

LAGA PERSAHABATAN: Jangan Sampai Seri Lagi

Penunjukan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2017 menyimpan ekspektasi besar. Dengan pengalamannya menjadi pemain dan pelatih di Spanyol, Milla diharapkan mampu memberi efek signifikan bagi permainan Tim Garuda.

Namun impian Indonesia kembali merajai persepakbolaan Asia Tenggara masih jauh panggang dari api, mesti Milla telah sembilan bulan menangani Timnas. Evan Dimas dkk. memang hanya kalah dua kali dari 11 laga bersama Milla. Namun di luar itu, Timnas lebih sering bermain imbang (lima kali) ketimbang menang (empat kali).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

JALAN LAYANG MANAHAN: Tak Ngebut di Jalan Kampung

Warga di sekitar perlintasan rel kereta api (KA) Manahan, Solo, bersiap menghadapi kemungkinan jalan kampung di permukiman mereka menjadi jalan alternatif selama pembangunan jalan layang atau flyover Manahan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan menyimulasikan rekayasa lalu lintas proyek pembangunan flyoverManahan pada Rabu-Kamis (4-5/10). Diprediksi jalan perkampungan akan menjadi jalan alternatif bagi pengguna jalan untuk menghindari kemacetan di simpul flyover.

Beberapa ruas jalan kampung itu di antaranya di kawasan Badran, Purwosari. Menurut Sekretaris RW 010 Kelurahan Purwosari, Agung Saparto, Jl. Tluki dan Jl. Kantil menjadi jalan paling terdampak dari simulasi rekayasa lalu lintas tersebut. Jalan ini diperkirakan menjadi jalan tikus buangan kendaraan yang ingin menghindari kemacetan di Jl. Hasanuddin.

”Sekarang saja Jl. Tluki dan Jl. Kantil sering jadi jalan alternatif kendaraan yang ingin menghindari macet di perlintasan kereta api Manahan,” kata dia ketika dijumpai Espos di kediamannya, Selasa (3/10) petang.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

KONTES TERNAK: Bikin Sapi Gemuk lewat Telur Bebek hingga Belaian

Gelar Potensi Peternakan Jateng 2017di Boyolali menjadi ajang untuk menampilkan hewan ternak  unggulan dari berbagai daerah. Simak liputan wartawan Solopos, Akhmad Ludiyanto, di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (4/10).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…