Ilustrasi green bean alias kopi basah. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Ilustrasi green bean alias kopi basah. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Rabu, 4 Oktober 2017 19:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Sambut Kehadiran Bandara KUlonprogo, Pelaku Industri Kopi Diminta Inovatif

Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo meminta pelaku industri kopi di Kulonprogo, untuk inovatif

Solopos.com, KULONPROGO– Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo meminta pelaku industri kopi di Kulonprogo, untuk inovatif dan semakin mengembangkan industri tersebut. Hal itu untuk menyambut kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala Bidang Industri Disdag Kulonprogo, Dewantoro mengungkapkan, kehadiran NYIA sudah seharusnya menjadi peluang pasar bagi para perajin olahan kopi.

Disdag juga telah menggelar pelatihan, kepada pengusaha perajin kopi, terutama di Menoreh. Pelatihan itu bertujuan membuka wawasan dan pola pikir para pengusaha, agar mereka berorientasi pada konsumen dan pengembangan produk.

Disdag berharap, para pengusaha bisa berkreasi dan berinovasi. Serta membawa olahan kopi Kulonprogo, memiliki nama dan membangun branding. Karena hal itu bisa membantu mengakselerasi pertumbuhan industri kopi Kulonprogo.

“Harapannya, pelaku industri ini bisa membuat kopi Kulonprogo memiliki cita rasa khas seperti kopi dari daerah-daerah lainnya yang sudah populer lebih dahulu. Bekerja dengan kreatif bisa mendukung kemajuan produk lokal Kulonprogo,,” kata dia, Selasa (3/10/2017).

Kepala Disdag Kulonprogo, Niken Probo Laras menjelaskan, program Bedah Menoreh yang melintasi Samigaluh dan Kalibawang harus diambil manfaat dan peluangnya, untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Lewat pelatihan, Disdag ingin memberi pemahaman, bahwa pengusaha kopi saat ini perlu mengetahui teknik penyusunan komposisi sajian kopi, pemanfaatan kopi sebagai bahan olahan makanan yang bervariasi, yang selama ini diminati konsumen.

Niken berharap pengusaha kopi mampu melayani tamu dari semua lapisan dan budaya yang berbeda

“Tapi cita rasa dan kekhasan kopi Kulonprogo jangan sampai hilang, tetap dipertahankan,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…