Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (dua dari kiri) menandatangani MoU dengan Polres Sragen terkait rekrutmen anggota Polri di Mapolres Sragen, Selasa (3/10/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (dua dari kiri) menandatangani MoU dengan Polres Sragen terkait rekrutmen anggota Polri di Mapolres Sragen, Selasa (3/10/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 4 Oktober 2017 08:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Rekrut Polisi dari Jalur Khusus, Bupati-Kapolres Sragen Teken MoU

Bupati Sragen dan Kapolres Sragen menandatangani MoU terkait perekrutan polisi dari jalur khusus.

Solopos.com, SRAGEN — Polres Sragen membuka program rekrutmen anggota Polri dari jalur khusus lewat kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menandatangani MoU tersebut di aula Pesat Gatra Polres Sragen, Selasa (3/10/2017). Penandatanganan MoU ini untuk menyiapkan calon anggota Polri yang memiliki bakat atau talenta khusus, yakni prestasi akademik, prestasi olahraga, prestasi pasukan pengibar bendera, sampai hafiz Alquran.

“Mereka disiapkan secara fisik dan akademik sebelum mengikuti seleksi anggota Polri. Dengan pelatihan tertentu akan memudahkan mereka ikut seleksi anggota Polri dengan mudah dan lancar,” ujar Kasubag Hukum Bagian Sumber Daya Polres Sragen, AKP Yohanes Trisnanto, mewakili Kapolres Sragen saat ditemui wartawan, Selasa pagi.

Upaya tersebut berdasarkan pengalaman rekrutmen anggota Polri sebelumnya. Yohanes menyampaikan ada yang fisiknya bagus tetapi akademiknya kurang sehingga mereka perlu mendapat pelatihan akademik atau sebaliknya. Ada juga yang bagus secara fisik dan akademik, tetapi psikologisnya kurang sehingga perlu dilatih psikologis.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan MoU ini merupakan sisi positif dari pola rekrutmen anggota Polri dengan prinsip bersih, transparan, akutabel, dan humanis (Betah). Lewat MoU itu, kata Arif, Polres bisa menggali potensi pemuda yang memiliki bakat atau talenta khusus.

Semua upaya tersebut membutuhkan dukungan Pemkab Sragen, salah satunya lewat MoU. “Output yang ingin dicapai, Polri bisa mendapat personel Polri dengan talenta khusus dalam segala apsek dan memberi manfaat lebih dalam bertugas melayani dan mengabdi di masyarakat. Program ini juga diberikan kepada warga miskin sepanjang memiliki kemauan menjadi anggota Polri. Program ini dibuka untuk persiapan rekrutmen anggota Polri 2018,” imbuhnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menilai MoU itu menjadi inovasi baru bagi Polres dalam seleksi anggota Polri. Yuni berpendapat untuk masuk menjadi anggota Polri itu sulitnya bukan main seperti halnya dalam seleksi pegawai negeri sipil (PNS).

“Ini bentuk kemudahan bagi warga Sragen yang ingin menjadi polisi. Mereka yang berprestasi di bidang olahraga, akademik, penghafal Alquran, hingga warga miskin bisa ikut program ini. Apalagi nantinya ada jaminan untuk penugasannya dikembalikan ke daerah asalnya,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…