Suasana para pedagang helm di Jalan Kotabaru Jogja, menunggu pembeli, Rabu (4/10/2017). (Santi Afdilah/Harian Jogja) Suasana para pedagang helm di Jalan Kotabaru Jogja, menunggu pembeli, Rabu (4/10/2017). (Santi Afdilah/Harian Jogja)
Rabu, 4 Oktober 2017 16:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PKL JOGJA
PKL Penjual Helm di Kotabaru akan Dipindah ke Jalan I Nyoman Oka

Pemerintah Kota Jogja bersama Kecamatan Gondokusuman masih berupaya mencari lahan yang cocok untuk memindahkan para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar Jalan Abu Bakar Ali (ABA)

 
Solopos.com, JOGJA– Pemerintah Kota Jogja bersama Kecamatan Gondokusuman masih berupaya mencari lahan yang cocok untuk memindahkan para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar Jalan Abu Bakar Ali (ABA) Kotabaru. Setelah mengkaji Jalan Ahmad Jazuli, kini Jalan I Nyoman Oka sedang dikaji.

Camat Gondokusuman, Jalaluddin menilai Jalan Ahmad Jazuli belum memungkinkan ditempati PKL karena jalur tersebut dinilai sepi dan selain itu juga tidak bisa menampung semua PKL.

“Paling memungkinkan adalah Jalan I Nyoman Oka, kami sedang mengukur tempatnya,” kata dia, saat dihubungi Rabu (4/9/2017).

Ia meyakini kawasan Jalan Nyoman Oka dapat menampung sebanyak 18 PKL yang akan dipindah dari Jalan Abu Bakar Ali. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan beberapa PKL malam yang kini menempati lahan di Jalan I Nyoman Oka dan PKL diklaim sudah sepakat untuk berbagi lahan. Tinggal disosialisasikan kepada para PKL yang akan direlokasi.

Lebih lanjut, Jalaluddin mengatakan proses relokasi PKL akan segera dilakukan pekan kedua bulan ini, karena saat ini pihaknya masih fokus mempersiapkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jogja ke-261.

Ia memastikan sejak 2014 lalu tidak mengeluarkan izin berjualan bagi PKL di sepanjang Jalan Abu Bakar Ali, mulai dari Stadion Kridosono sampai Jembatan Kleringan.

Namun untuk penertiban tahap awal ini baru menyentuh 18 PKL dari total 28 PKL. Semuanya yang menempati trotoar di barat Gereja Kotabaru. Sementara bagian timur gereja dinilainya belum mendesak. “Penataan ini bertahap,” ujar Jalaluddin.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….