Syariah Hotel (Lorinhotels.com) Syariah Hotel Solo (Lorinhotels.com)
Rabu, 4 Oktober 2017 01:00 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Pengetatan Anggaran, MICE Pemerintah Turun

Pasar MICE dari kalangan pemerintah menurun.

Solopos.com, SOLO — Pasar meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dari pemerintah terus tergerus seiring dengan adanya pengetatan anggaran.

Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari IndahW., mengatakan kinerja MICE semester dua tahun ini turun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dia mengungkapkan biasanya setelah Lebaran, agenda MICE ramai hingga Desember. Namun kondisi tahun ini dinilai sulit untuk dibaca karena hanya waktu tertentu yang ramai.

“MICE dari pemerintahan turun cukup banyak, yakni sekitar 50%. Setelah adanya larangan meeting di hotel bagi instansi pemerintah kemudian disusul adanya pengetatan anggaran membuat kegiatan MICE menurun,” ungkap Mita kepada Solopos.com Selasa (3/10/2017).

Oleh karena itu, sejak tahun lalu, hotel syariah terbesar di Indonesia ini mulai memperluas pasar. Menurut dia, instansi pendidikan, paket manasik, pengajian, ulang tahun, seminar dari organisasi, komunitas, dan wedding terus meningkat setiap tahunnya. Kenaikan kegiatan tersebut naik sekitar 30% jika dibandingkan tahun lalu. Selain itu, event nasional seperti Revolusi Mental juga cukup memberi dampak yang baik bagi okupansi hotel di Soloraya.

“Pasar pemerintahan memang turun tapi pasar yang lain juga berkembang sehingga kalau dari sisi revenue masih sama seperti tahun lalu. Bedanya kalau banyak kegiatan fullboard[menginap, makan, dan meeting] tapi sekarang banyak kegiatan sehari atau setengah hari tapi ramai dan banyak,” imbuhnya.

Public Relations Executive Novotel dan Ibis Styles Hotel Solo, Tiwik Widowati, mengungkapkan tren MICE cenderung hampir sama seperti tahun lalu. Namun Oktober ini dinilai ada kenaikan jika dibandingkan dengan September, sekitar 25%.

Instansi pemerintah yang biasanya menginap di Novotel adalah anggota DPRD dari daerah lain yang melakukan kunjungan kerja tapi ada juga dari kementerian, seperti Kemenpupera, Kemenkominfo, dan lainnya.

November pun dinilai akan lebih ramai karena Presiden Joko Widodo mantu sehingga akan banyak kegiatan yang diadakan di Solo seiring dengan banyaknya tamu penting kenegaraan yang datang.

Pesanan untuk bulan depan yang masuk cukup banyak tapi yang confirm baru beberapa. Kebiasaan kalau dari instansi pemerintah biasanya konfirmasi pelaksanaan acara sepekan atau bahkan tiga hari sebelum berlangsung,” kata dia.

Meski begitu, diakuinya agenda MICE ini tidak seramai dua hingga tiga tahun lalu. Namun pasar lain, seperti pernikahan juga naik hingga dua kali lipat hingga akhir tahun. Selain itu, dari korporat juga cukup banyak meski jumlah tidak banyak, yakni sekitar 50 pax-100 pax.

Public Relations Manager Lorin Hotel Solo, Dhani Wulandari,  mengatakan tren MICE pada Agustus-September termasuk low tapi bulan ini mulai ada kenaikan. Menurut dia, penurunan kegiatan MICE ini tertolong dengan acara pernikahan yang menyumbang revenue terbesar kedua setelah kamar.

“Agustus-September sempat turun di angka 40% tapi bulan ini kegiatan MICE cukup baik, targetnya bisa grab 70% dari MICE. Kebanyakan acara yang udah konfirmasi dari lembaga pendidikan untuk meeting, seminar, dan wisuda,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…