ilustrasi (ist)
Rabu, 4 Oktober 2017 05:35 WIB Insetyonoto/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

PENDIDIKAN SOLO
Pemkot Pastikan Tetap Bantu Biaya Sekolah Siswa Gakin di SMK

Pemkot Solo memastikan tidak akan lepas tangan terkait siswa dari keluarga miskin di SMK.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak akan lepas tangan terhadap masalah biaya pendidikan siswa SMK dari keluarga miskin (gakin).

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menegaskan Pemkot tetap membantu biaya pendidikan siswa SMK dari kalangan gakin meski pengelolaan SMK/SMA telah diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. “Mereka [siswa SMK dari gakin] adalah anak-anak kita karena tinggal di Solo sehingga tetap ditanggung,” katanya kepada wartawan di Solo, Selasa (3/10/2017).

Mengenai sumber dananya, Achmad Purnomo menyebutkan dari dana hibah. Sejak pengelolaan SMK/SMA diambil Pemprov Jawa Tengah, penanganan siswa gakin dan guru tidak tetap (GTT) menjadi problem karena Pemkot tidak bisa menganggarkan dana pada APBD.

“Meski begitu Pemkot tidak lepas tangan karena merupakan problem kami,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Solo sebelumnya melalui program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) memberikan bantuan bagi siswa SMK gakin. Namun, sejak pengelolaan SMK/SMA diambil alih Pemprov Jawa Tengah pada 2017, tidak ada bantuan biaya pendidikan bagi siswa SMK gakin dari Pemkot Solo.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Solo, Suyono, sebelumnya mengatakan tidak bisa menarik dana pendidikan dari para orang tua siswa gakin. “Kami ya terpaksa mengencangkan ikat pinggang,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (29/9/2017).

Jumlah siswa gakin di SMKN 4, menurut dia, mencapai 30% atau sekitar 300 orang. Kondisi ini cukup memberatkan bagi operasional sekolah.

Sedangkan upaya melakukan subsidi silang dengan sumbangan dana dari orang tua siswa yang mampu agar membayar lebih belum mencukupi. “Rata-rata orang tua memberikan sumbangan biaya pendidikan Rp200.000 per bulan. Padahal indeks biaya siswa per bulan antara Rp350.000 sampai Rp400.000 sehingga tidak mencukupi,” beber Suyono.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 5 Solo, Sukidi, mengaku tidak berani menarik biaya pendidikan siswa gakin. Menurut dia, jumlah siswa gakin di sekolahnya dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) Tahun Ajaran 2017/2018 sebanyak 30% dari total 792 siswa baru.

“Kalau total siswa gakin dari kelas X, XI, dan XII mencapai 500 orang,” ungkap dia.

Dulu siswa SMK gakin mendapatkan bantuan dari Pemkot Solo melalui program BPMKS senilai Rp1,2 juta per tahun. Sejak tidak adanya bantuan dana pendidikan bagi siswa SMK gakin, dia tidak bisa melaksanakan semua kegiatan sekolah.

“Kegiatan hanya yang prioritas saja. Untuk itu kami berharap pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan untuk siswa gakin SMK agar bisa menunjang biaya operasional sekolah,” harap dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Solo, Suratna, menyatakan sekitar 600 siswa gakin di sekolahnya tidak dipungut biaya pendidikan. “Gratis, siswa gakin tidak dipungut biaya pendidikan,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…