Siswa SMK Warga Solo memperbaiki sepeda motor milik maestro keroncong Gesang Martohartono di Omah Sinten Heritage Hotel and Resto, Solo, Selasa (3/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Siswa SMK Warga Solo memperbaiki sepeda motor milik maestro keroncong Gesang Martohartono di Omah Sinten Heritage Hotel and Resto, Solo, Selasa (3/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 4 Oktober 2017 07:35 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

PENDIDIKAN SOLO
3 Siswa SMK Perbaiki Motor Tua Gesang, Begini Kesan Mereka

Tiga siswa SMK Solo memperbaiki motor tua milik maestro keroncong, Gesang.

Solopos.com, SOLO — Yerico Bagas Prasetya, 17, mencoba menyalakan mesin motor Honda C-70 berpelat nomor AD 5359 A itu, Selasa (3/10/2017). Namun, motor yang dikenal dengan sebutan Honda plethuk warna merah putih itu belum juga bisa menyala.

Siswa Kelas XII E Program Keahlian Otomotif SMK Warga Solo itu kemudian mengecek tangki bahan bakar minyak (BBM). Rupanya motor itu minim bensin. Yerico segera mengisinya dengan bensin Pertalite lalu mencoba menyalakan kembali mesinnya. Dia juga sempat membersihkan bodi motor itu dengan lap.

Tak lama setelahnya, Yerico tampak asyik mengutak-utik salah satu motor tua milik almarhum Gesang Martohartono tersebut. Aktivitas itu berlangsung di Heritage Hotel & Resto Omah Sinten Solo, di Jl. Diponegoro 34-54 Solo. Di tempat itu juga digelar Pameran Seabad Gesang.

Yerico tak sendirian. Bersamanya, ada dua teman sekelasnya, yaitu Yeremia Meliano Pangemanan, 17, dan Zefanya Aryo Pratama, 17, yang tengah menggarap motor tua lain yang juga milik almarhum sang maestro keroncong tersebut.

Jenis motor yang digarap Yeremia dan Zefanya sama, namun beda tahun pembuatan. Motor Honda C70 kedua berpelat nomor AD 3262 A.

Ketiganya terlihat tekun mengecek kondisi masing-masing motor meliputi sistem rem, aki, busi, pengapian, kemudi, dan sebagainya. Ditemui wartawan di sela-sela menyervis dua motor yang sama-sama berwarna merah itu, Yerico, Yeremia, dan Zefanya mengaku bangga.

“Karena ini motor-motor kesayangan milik Pak Gesang, tentunya bangga dan ada kesan tersendiri,” ungkap Yerico mewakili teman-temannya.

Instruktur Otomotif dari SMK Warga Solo, Yohanes Joko Setiono, menjelaskan servis dua motor milik Gesang itu tergolong servis ringan. Yohanes menyatakan tiga siswa SMK Warga Solo yang memperbaiki motor tersebut dipilih karena sudah mengantongi sertifikat kompetensi.

Menurut Yohanes, kondisi dua motor milik Gesang kondisinya cukup baik. Hanya beberapa onderdilnya ada yang sudah tidak orisinal. “Kami sarankan agar onderdilnya diganti dengan yang orisinal,” jelasnya.

 

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…