Suroto dilantik menjadi Kades Nanggulan periode 2017-2023 di Kantor Kecamatan Cawas, Rabu (4/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Suroto dilantik menjadi Kades Nanggulan periode 2017-2023 di Kantor Kecamatan Cawas, Rabu (4/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Rabu, 4 Oktober 2017 19:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

PEMERINTAHAN KLATEN
Kades Nanggulan Siap Emban Tugas seusai Tenangkan Diri

Kades Nanggulan, Klaten, yang sempat menghilang akhirnya dilantik di Kantor Kecamatan Cawas.

Solopos.com, KLATEN — Kepala Desa (Kades) Nanggulan, Suroto, resmi menjabat sebagai kades setelah dilantik di Kantor Kecamatan Cawas, Rabu (4/10/2017) pagi.

Pelantikan Suroto tertunda karena ia sempat menghilang menjelang dilantik bersama 47 kades terpilih lainnya hasil pilkades serentak 2017 di objek wisata Watu Prau, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Kamis (28/9/2017) lalu.

Suroto didampingi istrinya, Ruri Hermawati, keluarga, serta sejumlah warga Nanggulan saat pelantikan di kantor kecamatan. Surata dilantik Camat Cawas, M. Nasir, mewakili Plt. Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang tak bisa hadir lantaran sedang berada di Jakarta.

Prosesi pelantikan persis dengan pelantikan kades terpilih di objek wisata Watu Prau beberapa waktu lalu dengan pemberian cenderamata berupa payung hias. Proses pelantikan dilanjutkan serah terima jabatan dari penjabat (Pj) Kades Nanggulan kepada Surata yang akan menjabat kades selama 2017-2023. (Baca: Akhirnya Pulang, Ini Alasan Kades Nanggulan Menghilang Jelang Dilantik)

Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Klaten Jaka Purwanto dan Asisten Administrasi Setda Klaten Sri Winoto. Acara itu juga dihadiri paguyuban kepala desa (kades) se-Kecamatan Cawas.

Suroto terlihat tenang selama proses pelantikan. Raut gelisah tak terlihat seperti yang dikabarkan saat ia menghilang selama hampir sepekan. Senyumnya mengembang ketika dihampiri para tamu yang datang pagi itu untuk mengucapkan selamat.

Rabu itu merupakan batas waktu terakhir Suroto dilantik menjadi kades. Sesuai regulasi, kades terpilih harus dilantik selambat-lambatnya 30 hari setelah SK pengangkatan sebagai kades ditandatangani. SK pengangkatan kades hasil pilkades serentak ditandangani Plt. Bupati pada 5 September lalu.

Surata senang akhirnya bisa dilantik menjadi kades. Ia menyatakan siap mengabdikan diri kepada masyarakat Nanggulan. “Saya berusaha mengabdikan diri semampu saya,” kata dia saat ditemui wartawan seusai pelantikan.

Pertanian menjadi prioritas utama Suroto mengawali tugasnya sebagai kades. Alasannya, mayoritas warga Nanggulan bermata pencaharian sebagai petani serta kerap mengalami gagal panen beberapa tahun terakhir.

Surata menghilang sejak Rabu (26/9/2017) pagi menjelang geladi bersih pelantikan kades terpilih di objek wisata Watu Prau. Ia pergi ke rumah temannya di Kulonprogo dan menitipkan sepeda motor serta jaket sebelum melanjutkan perjalanan ke Kebumen hingga Bandar Lampung menumpang bus.

Sesampainya di Bandar Lampung, Suroto melanjutkan perjalanan ke Batam menumpang pesawat untuk menemui temannya. Ia kembali ke rumahnya pada Selasa (3/10/2017). Surata berada di Batam sejak Rabu malam.

Selama empat hari, Suroto menginap di rumah teman semasa sekolah di salah satu SMK di Klaten sebelum dijemput keluarganya. Surata beralasan menghilang menjelang pelantikan lantaran ingin menenangkan diri.

Ia menjelaskan selama ini tak ada persoalan dengan keluarga atau orang lain termasuk rivalnya selama pilkades. “Intinya saya merenungkan diri dan akhirnya saya bisa mengambil keputusan untuk mengabdikan diri semampu saya. Tidak ada permasalahan sama sekali,” kata dia.

Ditanya alasannya perlu menenangkan diri menjelang pelantikan, Surata menjawab kaget. “Mungkin karena kaget. Saya orang biasa kok tiba-tiba mendapat amanah itu,” katanya sembari tertawa.

Sebelum terpilih menjadi kades, Surata pernah kerja menjadi sopir. Selain itu, ia menjadi buruh tani sebagai operator traktor dan thresher (mesin perontok padi). Pria yang menikah sekitar Mei lalu itu pernah bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia selama dua tahun.

Suroto menyampaikan permintaan maaf lantaran sudah menghilang menjelang pelantikan. Ia kembali menyatakan kesiapannya mengemban tugas sebagai kepala desa.

Camat Cawas, M. Nasir, mengatakan ia bersama para kades lainnya di Cawas siap mendukung Surata menjalankan tugas sebagai Kades Nanggulan. Ia berpesan kepada Suroto agar berkoordinasi dengan pegawai kecamatan atau paguyuban kades ketika mengalami kesulitan menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai kades.

Nasir juga menjelaskan Suroto tak perlu pendampingan khusus. “Pesan saya sama kepada semua kades yang baru, segera melaksanakan tugas setelah dilantik dan berikan pelayanan terbaik selama bekerja. Tidak perlu pendampingan khusus yang penting kuatkan komponen di desa termasuk lembaga-lembaganya,” katanya.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…