Personel Kangen Band (Liputan6.com) Personel Kangen Band (Liputan6.com)
Rabu, 4 Oktober 2017 13:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Ngaku Jadi Korban Penipuan, Andika Kangen Band Ngutang Buat Beli Susu Anak

Kerugian cukup besar ternyata menimpa Andika yang mengaku sampai harus berutang kepada tetangganya.

Solopos.com, JAKARTA – Kangen Band mengaku menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan label mereka, TA Pro. Sang vokalis, Andika mengaku merugi akibat kasus yang menimpanya.

“[Rinciannya] Nanti saja, saya pakai kalkulator, saya dari kampung. Terlalu banyak, saya bingung,” ungkap Andika Kangen Band seperti dilansir Okezone, Selasa 3 Oktober 2017.

“Intinya gini saja, enggak usah repot-repot, intinya kerugian kami segitu lah. Karena selama ini pemasukan Kangen Band sekitar segitu pemasukan kita. Karena kita enggak manggung-manggung jadi rugi lah kita, materi,” sambungnya.

Kerugian cukup besar ternyata menimpa Andika yang mengaku sampai harus berutang kepada tetangganya. Tak hanya itu, anak-anaknya bahkan ia akui sempat tidak mengonsumsi susu formula, tidak diberi nafkah, bahkan dirinya diketahui terlibat konflik dengan sang mantan istri.

“Kayak saya, jujur ya. Saya kan punya keluarga nih. Punya anak banyak. Sampai anak saya enggak nyusu, saya hutang sama tetangga, malu lah lama-lama, kan gitu. Sementara saya balikinnya kapan? Kan berpikirnya kayak gitu,” paparnya.

“Karena selama ini anak saya enggak pernah kekurangan, kan gitu. Sampai saya konflik sama mantan saya, kan gitu. Sampai anak-anak enggak dinafkahin,” tambahnya.

Sementara itu, ketika ditanya berapa jumlah hutang piutangnya, Andika enggan menyebutkan secara gamblang. Ia hanya mengungkapkan kembali bahwa dirinya memiliki hutang tanpa mau lebih jauh lagi berbicara.

“Enggak etis lah kalau disebutin (jumlah hutang). Enggak perlu tahu dapur saya. Pokoknya saya punya utang, gitu saja,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…