Persis Solo (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Rabu, 4 Oktober 2017 06:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Jangan Utak-Atik Winning Team, Persis Solo!

Liga 2 akan menyajikan duel Persis vs PSPS

Solopos.com, SOLO — Persis Solo sempat dikritik habis-habisan di media sosial (medsos) ketika menurunkan skuat yang tak biasa ketika melawan Cilegon United, Senin (2/10/2017).

Striker Rudiyana dan winger Dedi Cahyono secara mengejutkan ditinggal di bangku cadangan meski tampil apik saat Persis menang 2-0 atas Cilegon United di Manahan. Pelatih Widyantoro justru memilih memasukkan gelandang anyar Fadli Nasir untuk menopang formasi 4-2-3-1 di awal babak.

Hasilnya, strategi yang cenderung main aman ini menjadi bumerang bagi Laskar Sambernyawa. Fadli tampak masih kikuk saat dipasangkan dengan M. Wahyu sebagai gelandang “pengangkut air”. Agung Supriyanto yang dipasang sebagai striker tunggal juga mati kutu karena tidak ditopang crossing memadai seperti yang biasa dilakukan Dedi.

Gawang yang dijaga Agung Prasetyo akhirnya harus bobol dua kali meski laga baru berlangsung 26 menit. Keputusan Widyantoro menarik Fadli Nasir dan memasukkan Rudiyana di menit ke-30 pun seperti terlambat karena tuan rumah tetap unggul 2-0 di akhir pertandingan.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, meminta Persis tidak lagi mengutak-atik the winning team ketika menjamu PSPS Riau di Stadion Manahan, Jumat (5/10/2017). Ginda menyebut laga melawan PSPS adalah jalan paling logis untuk segera lolos ke babak delapan besar. Jika Bayu Nugroho dkk. hanya meraih hasil seri atau kalah, besar kemungkinan mereka akan “saling bunuh” dengan PSS Sleman di laga terakhir babak 16 besar di Stadion Maguwoharjo.

“Kami sangat tidak menginginkan skenario itu. Kami minta pelatih menurunkan skuat utama, tidak ada waktu lagi untuk coba-coba pemain,” ujar Ginda saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (3/10/2017).

Ginda memahami Widyantoro pasti memiliki pertimbangan tersendiri mencadangkan sejumlah pilar di laga lawan Cilegon United. Sejumlah pemain dikabarkan dilanda kelelahan lantaran harus bermain dengan jeda istirahat yang sempit. Hal ini masih ditambah absennya bek utama, Ikhwan Ciptady, karena akumulasi kartu.

“Permainan agresif dari kaki ke kaki Persis tidak terlihat kemarin. Semoga lawan PSPS besok performa pemain kembali seperti biasanya,” ujar Ginda.

Sekjen Persis, Langgeng Jatmiko, sepakat Persis harus menurunkan tim terbaik ketika melawan PSPS. Langgeng memastikan tidak ada pemain yang cedera meski kerap dikasari Jalwandi dkk. di Stadion Krakatau Steel. “Semua diharapkan sudah fit di hari Jumat. Tidak ada rotasi karena laga besok amat krusial,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…