M. Ferri Setiawan Pelatih Persis Solo, Widyantoro (kanan), memberi arahan saat melawan PSIS Semarangdalam kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (6/7/2017). Tuan rumah Persis Solo berhasil menang skor 1-0 atas PSIS Semarang. M. Ferri Setiawan Pelatih Persis Solo, Widyantoro (kanan), memberi arahan saat melawan PSIS Semarangdalam kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (6/7/2017). Tuan rumah Persis Solo berhasil menang skor 1-0 atas PSIS Semarang.
Rabu, 4 Oktober 2017 20:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Hadapi PSPS, Persis Ingin Tampil Tanpa Beban

Liga 2 akan menyajikan duel Persis Solo vs PSPS Pekanbaru.

Solopos.com, SOLO — Para penggawa Persis Solo mendapat tekanan kuat untuk lolos ke putaran delapan besar Liga 2. Tekanan itu diharapkan tidak menjadi beban psikologi bagi Laskar Sambernyawa saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Manahan, Jumat (6/10/2017).

Pelatih Persis, Widyantoro, mengakui ada beban psikis yang ditanggung oleh M. Wahyu dkk. karena mereka dituntut lolos ke putaran delapan besar. Tekanan bisa datang dari diri mereka sendiri, manajemen, tim pelatih dan suporter. Tapi pelatih yang akrab disapa Wiwid itu meminta anak asuhnya untuk menikmati pertandingan melawan PSPS.

“Saya ingin anak-anak tampil lepas tanpa ada beban pikiran. Berjuanglah seperti saat menjamu PSS Sleman dan Cilegon United. Saat itu, anak-anak tampil luar biasa. Mereka berjuang tanpa beban dari awal hingga akhir pertandingan,” ujar Wiwid saat ditemui wartawan seusai memimpin latihan di Stadion Manahan, Rabu (4/10/2017).

Wiwid mengakui laga melawan PSPS menjadi kesempatan bagi Persis untuk tampil habis-habisan. Sisi positifnya, semua pemain Persis dalam kondisi siap tempur. Tidak ada pemain yang dibekap cedera atau terkena hukuman akumulasi kartu. “Lawan PSPS, kita wajib menang. Ini adalah kesempatan kita menuju Liga 1. Kami harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” jelas Wiwid.

Wiwid mewaspadai penampilan impresif PSPS saat tampil di kandang lawan. Sejauh ini, PSPS mampu mengemas lima kemenangan dari delapan laga tandang. Dua laga tandang lainnya berakhir imbang. Sementara satu laga tandang lainnya berakhir kalah. Terakhir, PSPS mampu mempermalukan tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Senin (2/10/2017).

“PSPS itu di laga kandang malah kurang bagus, tapi di laga away malah main bagus. Itu sudah terbukti sejak babak penyisihan grup. Mereka juga tampil bagus kalau bermain di lapangan yang bagus. Tapi, mudah-mudahan nanti mereka tampil tidak bagus meski bermain di Stadion Manahan yang rumputnya bagus,” selorohnya.

Wiwid mengakui kekalahan 0-2 dari Cilegon United merupakan buntut dari kesalahan pemain belakang yang gagal mengantisipasi serangan tuan rumah. Namun dia menyebut ada faktor nonteknis yang merusak konsentrasi bermain anak-anaknya. Dia mengkritisi adanya pertunjukan debus dengan iringan musik tradisional di pinggir lapangan.

“Secara teknis, dua gol itu karena kesalahan kita. Tapi, bunyi-bunyian itu mempengaruhi anak-anak. Saat saya tanya mereka, mereka mengaku kebingungan di atas lapangan. Saya sudah protes supaya permainan itu dijauhkan dari dekat pemain cadangan kita. Tapi, mereka tetap membunyikan suara yang mengganggu konsentrasi pemain kami. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Itu di luar hal teknis,” jelas Wiwid.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…