Suasana Festival Kopi Menoreh, di Bukit Wisata Pulepayung, Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Minggu (27/8/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana Festival Kopi Menoreh, di Bukit Wisata Pulepayung, Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Minggu (27/8/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 4 Oktober 2017 20:55 WIB Rima Sekarani IN/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Kopi Kulonprogo Bisa Bersaing dengan Produk Asing

Dua tahun ini menjadi masa kritis bagi Kulonprogo untuk membuktikan eksistensi produk lokal

Solopos.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo terus berupaya mendorong peningkatan kualitas dan mendukung promosi produk lokal agar mampu bersaing di pasaran. Salah satu komoditas yang diyakini dapat diangkat popularitasnya hingga kancah internasional adalah kopi.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, para pelaku usaha harus mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang ditargetkan dapat beroperasi mulai 2019. Dua tahun ini menjadi masa kritis bagi Kulonprogo untuk membuktikan eksistensi produk lokal.

“Kita harus menunjukkan kalau produk lokal bisa bersaing dengan produk asing,” ujar Hasto, Rabu (4/10/2017).

Hasto menyebutkan, komoditas kopi dari perkebunan di wilayah Samigaluh sebagai komoditas yang layak diangkat pamornya. Jika diolah secara tepat, dia percaya cita rasa kopi asli Kulonprogo tidak kalah dengan kopi pabrikan atau bahkan produk bermerek internasional. Cara penyajian dan pengemasan produk juga harus lebih diperhatikan agar semakin memudahkan promosi.

Pemkab Kulonprogo tidak main-main dalam mengangkat potensi kopi lokal. Hasto mengaku telah merangkul ahli kopi untuk membikin laboratorium mini di Kulonprogo. Mereka tengah melakukan penelitian demi mendapatkan formulasi yang paling tepat untuk menghasilkan olahan kopi terbaik.

“Jadi dilakukan titrasi sampai ketemu rasa yang paling pas untuk Kulonprogo. Jangan sampai kita hanya bisa mengusir produk asing tetapi tidak bisa memproduksi sendiri,” kata Hasto.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Sri Harmintarti juga berpendapat kualitas kopi dari perbukitan menoreh tidak kalah dengan produk sejenis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri. Hanya saja, dia menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi agar mampu memenuhi tuntutan pasar.

“Bukan cuma soal cita rasa. Dari sisi produktivitasnya bisa kontinyu atau tidak sehingga ke depannya bisa mencukupi permintaan konsumen,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…