Kekeringan melanda Prambanan (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Ilustrasi kekeringan melanda Prambanan (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Rabu, 4 Oktober 2017 04:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KEKERINGAN SLEMAN
Hujan Belum Berdampak, Distribusi Air Berlanjut

Sebagai gantinya, BPBD akan mengandalkan distribusi air hasil bantuan dari masyarakat, komunitas atau perusahaan lainnya

Solopos.com, SLEMAN-Hujan yang turun selama musim pancaroba belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih untuk warga.

Sayangnya, ketersediaan air bersih sebanyak 100 tangki yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman sudah habis. Sebagai gantinya, BPBD akan mengandalkan distribusi air hasil bantuan dari masyarakat, komunitas atau perusahaan lainnya.

“Droping 100 tangki air bersih yang bersumber APBD Sleman sudah selesai. Untuk droping air bersumber dari dana masyarakat masih berlanjut selama dusun masih membutuhkan,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan, Selasa (3/10/2017).

Selama musim kemarau tahun ini, selain ke Dusun Umbulsari A dan Umbulsari B Desa Sumberharjo Prambanan, BPBD juga mendroping air bersih ke warga Sembung, Balecatur, Gamping. Bantuan air diambil dari dana kedaruratan BPBD dan Pemdes, serta kelompok masyarakat dan perusahaan.

Dia berharap, masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu penyediaan air bersih dapat berkoordinasi dengan BPBD. Tujuannya, agar sumbangan air bersih yang diberikan dapat terdistribusi secara merata.

Dijelaskan Makwan, hujan yang turun beberapa hari sebelumnya belum berdampak signifikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. “Intensitas hujan belum mampu menaikkan debit sumber air setempat. Jadi kami masih terbuka bagi semua pihak untuk ikut membantu warga yang kekurangan air bersih,” kata dia.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumberharjo Lekta Manuri. Diakuinya, hujan yang turun beberapa hari terakhir hanya berdampak pada kebutuhan air bagi tanaman warga saja. Adapun untuk kebutuhan air bersih, warga masih mengandalkan pasokan dari luar. Droping air masih diterima warga Dusun Umbulsari A dan Umbulsari B.

“Untuk dusun lain tidak ada [kekurangan air bersih]. Kami masih memiliki dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata dia kepada Harian Jogja.

Ia mengungkapkan, hujan yang terjadi beberapa hari terakhir baru berpengaruh ke tanaman warga saja. Beruntung, kebutuhan air bersih warga diperoleh dari bantuan beberapa pihak.

Kemarin, distribusi air bersih diterima dari takmir Masjid Mataram. “Mereka menyumbang 25 tanki air bersih. Kemudian dari Paguyuban Linmas Sumberharjo juga ada [droping air],” papar dia.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…