Jalan rusak di Dusun Kedunggelatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Amillathul) Jalan rusak di Dusun Kedunggelatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Amillathul)
Rabu, 4 Oktober 2017 14:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR SEMARANG
Jalan Bubur Masih Ada di Semarang, Pemerintah Disindir

Infrastruktur berupa jalan berlumpur layaknya bubur yang masih ditemukan di Kabupaten Semarang memicu kritik terhadap pemerintah setempat.

Solopos.com, UNGARAN – Jalan berlumpur atau juga yang kerap disebut jalan bubur masih ditemukan di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Jalan bubur itu terdapat di Dusun Kedunggelatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus. Kondisi infrastruktur yang buruk di salah satu wilayah Kabupaten Semarang itu pun memicu sindiran terhadap jajaran pemerintah setempat.

Sindiran itu ramai dilayangkan publik dunia (netizen) di dinding grup Facebook Ungaran setelah foto-foto buruknya infrastruktur di salah satu sudut Kabupaten Semarang tersebut diunggah pengguna akun Facebook Amillathul, Senin (2/10/2017). Pada keterangan foto, ia tak lupa melayangkan sindiran terhadap pemerintah setempat, dari pemerintah desa hingga pemerintah provinsi.

“Lurahku bagus, camatku bagus, bupatiku bagus. Jalanku ora bagus. Hehee buka mata. Ini nyata di Candirejo Desa Kedunggelatik Kecamatan Pringapus,” ungkap pengguna akun Facebook Amillathul.

Dari foto yang ia unggah, memang terlihat jalan di desa tersebut berlumpur. Bukan hanya itu, kondisi jalan di kawasan lain di Desa Candirejo mengalami kerusakan parah.

Foto jalan rusak di sudut Kabupaten Semarang itu pun memicu sebagian warganet untuk turut menyindir jajaran pemerintah setempat. Bahkan mereka menduga dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru disalahgunakan. “Colek pak Gubernur sopo… Lupa namanya,” sindir pengguna akun Facebook Mariyam.

Dana desa nggo bancakan cuy [Dana desanya untuk bancakan],” tulis pengguna akun Facebook Rayana Nislam.

Ge persiapan nyalon meh yake,danane,hehe [Mungkin dananya untuk persiapan mencalonkan diri lagi],” timpal pengguna akun Facebook Tom Jerry.

Sementara itu, sebagian warganet yang mengaku pernah melintas di Desa Candirejo menjelaskan jalan di desa tersebut memang rusak parah. Menurut mereka, jalan di desa tersebut sudah lama tak mendapatkan pemeliharaan.

Warganet berharap sindiran mereka itu diketahui jajaran pemerintah dengan cepat. Dengan begitu, menurut mereka, pemerintah serta dinas terkait segera melakukan perbaikan terhadap infrastruktur di sudut Kabupaten Semarang itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…