Ayu Laksmi di Pengabdi Setan (Instagram @jokoanwar) Ayu Laksmi di Pengabdi Setan (Instagram @jokoanwar)
Rabu, 4 Oktober 2017 22:45 WIB Ramdha Mawaddha/JIBI/Bisnis Layar Share :

Hampir Sepekan Tayang, Pengabdi Setan Sukses Hantui 805.356 Orang

Pengabdi Setan telah ditonton lebih dari 800.000 orang.

Solopos.com, SOLO – Sutradara Joko Anwar sangat serius menggarap film horor ini Pengabdi Setan. Membuat ulang film yang populer pada 1980 ini adalah impian Joko sejak 10 tahun lalu.

Karya Joko Anwar dapat dinikmati publik sejak rilis 28 September di seluruh bioskop Tanah Air. Film ini pun kerap mendapat pujian dari sineas maupun penikmat film Indonesia dan digadang-gadang sebagai film terhoror tahun ini.

Apresiasi penonton terus mengalir hingga detik ini. Seperti dilansir pada akun Instagram @pengabdisetanofficial pada Rabu (04/10/2017), film yang melakukan pengambilan gambar di Bandung ini telah ditonton 805.356 orang.

Sutradara Joko Anwar pada akun Instagram @jokoanwar kembali menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi besar dukungan para pencinta film Tanah Air.

“Terima kasih banyak teman-teman atas support kalian. Tiap hari saya bersyukur. I love u guys,” tulis Joko, Rabu (4/10/2017). Pengabdi Setan saat ini tayang di 165 layar seluruh Indonesia.

Dibintangi oleh Tara Basro, Dimas Aditya, Endy Erfian, Nazar Anus danAyu Laksmi, Pengabdi Setan bercerita tentang Rini beserta bapak, ibu, dan ketiga adik laki-lakinya terpaksa tinggal di rumah neneknya di luar kota setelah rumah mereka dijual untuk pengobatan ibunya.

Ibunya sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya, sehingga keluarganya mengalami krisis finansial. Setelah ibunya meninggal, ayah Rini pergi untuk sebuah pekerjaan. Teror mulai muncul. Sosok hantu perempuan menyerupai ibu mereka menghantui Rini dan adik-adiknya.

Rini menemukan fakta bahwa di masa lalu keluarganya terlibat dalam suatu perjanjian hitam yang mengancam keselamatan keluarga mereka.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…