Bandung Mawardi Bandung Mawardi (istimewa)
Rabu, 4 Oktober 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Gesang yang (Belum) Terlupakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (2/10/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi Solo. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com.

Solopos.com, SOLO — Pada masa 1950-an, orang-orang meragukan Bengawan Solo itu lagu gubahan Gesang. Tuduhan mengikutkan sengketa ideologi. Lagu terus saja mengalun dan ”mengalir” tapi tuduhan belum usai.

Pada masa 1980-an, Gesang mendapat serangan sambungan berkaitan lagu dan situasi politik masa lalu. Si penuduh memastikan Gesang bukan penggubah lagu Bengawan Solo. Nama Soejoko diajukan sebagai penggubah.

Di majalah Tempo, si penuduh bernama Sutowidjaja, 60, berdalih bahwa pembuktian atas tuduhan pada masa 1950-an agak sulit akibat politik Indonesia sedang bergolak. Sutowidjaja berkilah,”Siapa berani menghadapi Gesang? Ketika orang mau mempertanyakannya, waktu itu Gesang sudah masuk Lekra [Lembaga Kebudayaan Rakyat], PKI. Partai komunis itu sangat berkuasa di Solo.”

Orang marah dan gemar menuduh memang lazim mencampur dan menumpuk serangan meski malah menimbulkan kerancuan atau pelemahan argumentasi. Pada masa 1980-an, tuduhan itu tak melulu ke lagu sebagai ungkapan estetika tapi kebablasan ke politik.

Tuduhan demi tuduhan ditanggapi Gesang dengan ngeses (mengisap  rokok kretek) dan memelihara burung. Kemerduan burung mengalahkan orang berisik tak keruan. Usia Gesang sudah 71 tahun, menikmati hari-hari di rumah sederhana beralamat di Palur.

Gesang enggan marah kepada si penuduh. Ia malah mengenang masa lalu saat menggubah lagu dan memberikan lembaran kertas kepada Orkes Keroncong Kembang Kacang. Lagu berjudul Bengawan Solo itu dimainkan dan memikat pada pendengar sampai puluhan tahun tahun berikutnya.

Lagu digubah pada 1940. Kertas berisi lagu itu hilang terbawa banjir di Solo pada 1966. Kertas itu mengalir sampai jauh. Gesang tetap hidup dan mengabdi di musik keroncong, tak menggubris politik (Tempo, 17 Desember 1988).

Selanjutnya adalah: Gesang memang nama dan tema…

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…