Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi (dua dari kiri), dalam jumpa pers Kustomfest 2017 di Gaia Cosmo Hotel, Jogja, Senin (2/10/2017). (Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi (dua dari kiri), dalam jumpa pers Kustomfest 2017 di Gaia Cosmo Hotel, Jogja, Senin (2/10/2017). (Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 4 Oktober 2017 04:40 WIB Galih Eko Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

FESTIVAL OTOMOTIF
Hati-Hati, Malaysia Memantau Kustomfest 2017

Puluhan perwakilan dari Malaysia akan datang memantau gelaran Kustomfest 2017.

Solopos.com, JOGJA—Sedikitnya 40 orang perwakilan dari Malaysia akan datang ke Indonesia menuju Jogja pada 7-8 Oktober 2017 mendatang. Bukan untuk liburan melainkan memantau gelaran Kustomfest edisi keenam di tahun ini yang akan digelar di Jogja Expo Center.

Hal itu diungkapkan Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, dalam jumpa pers di Gaia Cosmo Hotel, Timoho, Jogja, Senin (2/10/2017). “Mereka [Malaysia] begitu kompak belajar penyelenggaraan Kustomfest untuk kemudian diterapkan di Malaysia dalam menggelar acara kustom,” ujarnya, Senin.

Lulut mengingatkan hal ini karena iklim dukungan belum maksimal dari pemerintah daerah ataupun Indonesia di dunia kustom. Dunia kustom padahal bisa menggerakkan roda perekonomian yang berkelanjutan, seperti bengkel kecil, tukang las ataupun usaha jasa cat kendaraan.

Kepala Sub Direktorat Keamanan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Aap Sinwan Yassin, yang hadir dalam jumpa pers itu, menegaskan dunia kustom perlu mendapat dukungan agar orang-orang kreatif di dunia kustom tidak pergi ke luar negeri karena direkrut orang mancanegara.

Tahun ini, Kustomfest 2017 mengambil tema No Boundaries. Sebuah tema yang merepresentasikan semangat pecinta budaya kustom untuk membuat karya tanpa takut untuk menabrak batasan-batasan yang ada.

Direktur Art|Joga, Heri Pemad, dalam jumpa pers mengaku sudah merencanakan tujuh seniman untuk ikut berpartisipasi memajang karya tanpa batas di Kustomfest 2017. “Tentu saja patung-patung yang akan ditampilkan,” ucapnya.

Akan ada juga nantinya Indonesia Attack, sebuah program yang diiniasi untuk beberapa builder muda
Indonesia yang siap tampil dengan karya terbaiknya di acara Kustomfest 2017. Gerakan Indonesia Attack ini juga akan menjadi jembatan bagi builder-builder Indonesia untuk menampilkan karya-karya mereka di acara berskala internasional yaitu, Yokohama Hot Rod Custom Show 2017.

Untuk pertunjukkan musik, panitia di tahun ini menghadirkan kelompok musik rock, Edane. Ada juga Gugun Blues Shelter dan The Hydrant. Untuk melengkapi pertunjukkan, band-band lokal juga akan dihadirkan selama dua hari pelaksanaan.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sebut Pribumi, Anies Disemprit Sumarsono

Penyebutan “pribumi” dalam pidato Anies Baswedan dikritik Sumarsono. Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya resmi menduduki kursi DKI 1 setelah dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo Senin (16/10/2017). Namun, awal periodenya sudah diwarnai kontroversi. Pada malam harinya,…