KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat dalam keterangan di Mabes Polri, Sabtu (30/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A)
Rabu, 4 Oktober 2017 15:30 WIB Politik Share :

Ditanya Impor Senjata Brimob, Ini Komentar Terakhir Polri

Polri menyerahkan masalah impor senjata Brimob kepada Kemenkopolhukam.

Solopos.com, JAKARTA — Setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto meminta waktu untuk melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait pengadaan 280 pucuk senjata pelontar granat jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan 5.000 lebih amunisinya dari Bulgaria untuk Brimob Polri, pihak kepolisian praktis tak banyak berkomentar.

Tak sepatahkatapun dilontarkan oleh Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto ketika ditanya terkait pemenang tender pengadaan senjata tersebut, yakni PT Mustika Duta Mas, Senin (2/10/2017) lalu.

Sementara hari ini, Setyo mengatakan pernyataan secara resmi terkait senjata baru bisa diberikan Jumat (6/10/2017) nanti setelah rapat di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

“Masalah senjata nanti hari Jumat akan ada rapat di Kemenkopolhukam, secara resminya akan disampaikan di sana,” katanya.

Namun, Setyo membenarkan terkait unggahan di akun media sosial Instagram yang menyebutkan bahwa tim gabungan lintas-instansi telah melakukan pengecekan fisik atas senjata-senjata dan amunisi masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

“Iya, itu kegiatan pengecekan saja, hasil resminya akan disampaikan oleh Menkopolhukam pada Jumat. Yang ada di Instagram hanya kegiatannya saja,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diunggah di akun Instagram resmi Humas Polri @divisihumaspolri, disebutkan bahwa Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menegaskan tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur impor senjata oleh Polri. Setelah melakukan pemeriksaan oleh tim gabungan baik dari segi dokumen maupun fisik, secara administratif seluruhnya telah sesuai.

Namun demikian, sejumlah pertanyaan terkait profil perusahaan pengimpor senjata masih terus bermunculan. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait perusahaan bernama PT Mustika Duta Mas tersebut kecuali pernyataan bahwa perusahaan itu telah memenangkan tender pengadaan senjata.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…