Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri [tengah] sedang menandatangani kerjasama antara Polda DIY dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari, Selasa (3/10/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri [tengah] sedang menandatangani kerjasama antara Polda DIY dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari, Selasa (3/10/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 4 Oktober 2017 12:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Calon Polisi asal Gunungkidul Sangat Minim, Peminat akan Diberi Pelatihan

Polisi Daerah (Polda) DIY dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul jalin kerjasama dalam hal rekrutmen anggota polisi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL —Polisi Daerah (Polda) DIY dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul jalin kerjasama dalam hal rekrutmen anggota polisi. Hal itu didasari minimnya anggota polisi yang berasal dari putra-putri daerah Kabupaten Gunungkidul.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan antusiasme putra-putri asal Gunungkidul yang mendaftar menjadi anggota polisi selama ini masih rendah setiap tahunnya. Begitupun yang dapat diterima sebagai anggota polisi jumlahnya selalu lebih sedikit dari pada putra-putri yang berasal dari kabupaten lain di DIY.

Oleh sebab itu pihaknya menjalin kerjasama dengan Pemkab Gunungkidul untuk menyiapkan putra-putri terbaik menjadi anggota polisi.

“Sekarang untuk menjadi polisi prosesnya transparan harus melalui berbagai tes. Meskipun dari Gunungkidul kurang, tapi saya tidak bisa langsung menambah ataupun menaikkan nilai. Harus berdasarkan hasil tes. Nah harapannya kerjasama ini, pemkab dapat menyiapkan putra-putri terbaik agar lolos tes menjadi polisi,” kata dia, usai menandatangani kerjasama dengan Pemkab Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Selasa (3/10/2017).

Lanjutnya lagi kerjasama tahap pertama nantinya sebanyak 30 hingga 40 generasi muda Gunungkidul dan berminat menjadi anggota polisi akan dilatih dan dibina oleh Biro Sumber Daya Manusia Polda DIY.

Mereka akan dibina, baik secara fisik, mental dan akademiknya, sehingga mampu bersaing dengan putra-putri daerah lain. Dengan begitu mendapatkan calon petugas kepolisian yang berkualitas.

Program yang diadakan pertama di DIY ini memilih Gunungkidul menjadi pilot project, dan program yang dinamakan Tunas Unggul Handayani ini akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita juga buktikan bahwa rekrutmen polisi dilakukan tanpa perlu melakukan backing, atau membayar kepada oknum tak bertanggung jawab. Mereka kami latih, menjadi calon agen polisi yang handal dan mumpuni,” ujarnya.

Di sisi lain pihaknya berharap dengan kerjasama tersebut animo masyarakat untuk menjadi polisi yang sebelumnya rendah dapat semakin meningkat. Sehingga banyak pendaftar asal Gunungkidul yang semakin berpeluang menjadi polisi, sehingga jumlah jumlah anggota polisi asal Gunungkidul semakin banyak. Atau paling tidak dapat memenuhi kebutuhan anggota di tingkat daerah.

“Kebijakan dari Mabes Polri akan lebih baik jika angota polisi yang bertugas di daerah adalah orang-orang dari daerah itu juga. Nanti misalnya bertugas di Girisubo tapi rumahnya di Sleman ya yang mulanya liburnya tiga hari malah jadi empat hari,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gununugkidul, Badingan sangat menyambut baik kerjasama dengan Polda DIY. Selain dalam hal ketertiban dan kemanan masyarakat yang selama ini telah terjalin baik. Adanya kerjasama untuk menjaring bibit unggul untuk menjadi anggota polisi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan di Gunungkidul.

“Perkembangan pariwisata kita perlu didukung oleh pihak kepolisian, yang senantiasa mampu menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di lokasi wisata. Kami berharap dari generasi muda yang akan dilatih ini dapat bergabung di Gunungkidul dan mengembangkan Gunungkidul, seperti dapat menjadi Polisi Pariwisata di sini,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

KPAI Ingin Hapus Iklan Rokok

KPAI mendesak iklan rokok dihapus dari dunia penyiaran. Solopos.com, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ingin menghapus iklan rokok. Keinginan tersebut adalah sebagai upaya KPAI mencegah anak dan remaja menjadi perokok aktif. “Iklan, promosi dan sponsor rokok adalah strategi…