KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat dalam keterangan di Mabes Polri, Sabtu (30/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A)
Rabu, 4 Oktober 2017 18:02 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Begini Proses Pengadaan Ratusan Pelontar Granat & Amunisi untuk Brimob

Pengadaan ratusan pelontar granat (SAGL) dan amunisinya untuk Brimob mencuat setelah tertahan di Bandara Soetta.

Solopos.com, SOLO — Pengadaan 280 pucuk stand alone grenade launcher (SAGL) dan 5.000 amunisinya oleh Polri menjadi polemik setelah senjata itu tertahan di kepabeanan Bandara Soekarno-Hatta. Bagaimana sebenarnya pengadaan senjata tersebut?

Pengadaan senjata dan amunisi tersebut sebenarnya telah melalui sistem lelang seperti proyek pengadaan pada umumnya. Berdasarkan data di laman LPSE Polri (lpse.polri.go.id), pengadaan senjata itu menggunakan dana dari APBNP 2017 senilai Rp26,94 miliar.

Ada tujuh perusahaan yang ikut dalam lelang tersebut. Disebutkan dalam data itu, mereka adalah CV Adipati Sentani, PT Panca Prima Maju, Mustika Dutamas, Ribun Jaya Sakti, CV Trigil, Kawan Joymor, dan PT Panji Usaha Mulia.

Pada 15 September 2017, Mustika Dutamas ditetapkan sebagai pemenang lelang. Disebutkan pula bahwa masa penandatanganan kontrak mulai 26 September 2017 hingga 9 Oktober 2017. Kontrak tersebut senilai Rp26.919.795.000.

Pengadaan senjata impor ini terungkap ke publik setelah beredar pesan berantai pada Sabtu (30/9/2017). Pesan itu menyebutkan bahwa senjata SAGL dan ribuan amunisinya tertahan di kepabeanan Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/9/2017) malam.

Selain pengadaan SAGL tersebut, ada perusahaan ini juga mengerjakan pengadaan amunisi granat kaliber 40×46 mm smoke dan amunisi granat live kaliber yang sama, serta granat kal 40×46 mm (training).

Bagi Mustika Dutamas, ini bukan kali pertama perusahaan tersebut mendapatkan kontrak pengadaan barang di lingkungan Polri. Dalam data LPSE, tercatat ada 20 lelang proyek pengadaan yang disebut dimenangi Mustika Dutamas.

Di antaranya, proyek pengadaan peralatan pengolah data sidik jari Inafis tahun anggaran 2012 senilai Rp21.090.553.000. Pada 2014, perusahaan ini juga memenangi lelang pengadaan alsus balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri tahun anggaran 2014. Ada pula pengadaan pesawat tanpa awak untuk unit Wanteror dan untuk SAR dengan dana APBNP 2016.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…