Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.) Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.)
Rabu, 4 Oktober 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Baznas Jateng Sepakati Zakat ASN untuk Kurangi Kemiskinan

Baznas se-Jateng bersepakati memanfaatkan zakat ASN untuk mengurangi kemiskinan di wilayah setempat.

Solopos.com, SEMARANG — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah menyepakati penyaluran zakat yang dikumpulkan dari aparatur sipil negara (ASN) dan orang yang mampu akan dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah warga miskin.

“Hal tersebut merupakan hasil rapat kerja pimpinan Baznas Provinsi Jateng dan Baznas kabupaten/kota se-Jateng dengan pemerintah daerah yang digelar pada 2-3 Oktober 2017,” kata Ketua Baznas Provinsi Jateng K.H. Ahmad Darodji di Semarang, Selasa (3/10/2017).

Ia menegaskan, Baznas Jateng fokus mengentaskan kemiskinan dengan membidik warga yang masih miskin sehingga dari semua dana yang terkumpul di Baznas dan 60% akan difokuskan pada pengentasan kemiskinan. “Kami ingin ikut mengentaskan kemiskinan, orang sakit, siswa miskin, sehingga semua dana zakat yang masuk itu 60% akan digunakan untuk membantu fakir miskin,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa fakir miskin yang dimaksud terbagi menjadi dua yaitu warga miskin yang sudah tidak produktif atau sudah tidak mungkin bekerja serta warga miskin yang masih bisa produktif. “Bagi fakir miskin yang sudah tidak produktif, dialokasikan 20% dari 60% tersebut berupa pemberian santunan, jaminan kesehatan, dan beasiswa, sedangkan yang masih bisa produktif, dialokasikan 40% dari 60% tersebut,” katanya.

Kemudian, bagi fakir miskin yang masih produktif sejumlah 40% sehingga akan adakan pelatihan-pelatihan keterampilan, diberikan peralatan kerja, sejumlah tambahan suntikan modal, dan pendamping yang memonitor dan mengevaluasi mereka agar kerja tetap jalan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…