Bencana longsor terjadi pada tebing setinggi 20 meter di jalan utama menuju Gereja Santa Maria Loudes Promasan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (5/3/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Bencana longsor terjadi pada tebing setinggi 20 meter di jalan utama menuju Gereja Santa Maria Loudes Promasan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Minggu (5/3/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 4 Oktober 2017 13:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pancaroba, Kulonprogo Rawan 3 Bencana Ini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim pancaroba

 

Solopos.com, KULONPROGO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim pancaroba. Setidaknya ada tiga jenis bencana alam yang rawan terjadi pada masa peralihan menuju musim penghujan itu.

Kepala BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, hujan yang turun dalam sepekan terakhir menandai datangnya pancaroba di akhir musim kemarau. Hujan bisa saja terjadi dua atau tiga hari berturut-turut tapi setelah itu cuacanya kembali panas. “Hujan saat pancaroba biasanya lebih ekstrim karena ada angin kencang juga,” ujar Gusdi, Selasa (3/10/2017).

Gusdi memaparkan, hujan yang terjadi selama pancaroba biasanya turun mendadak, lokal, intensitasnya sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi itu dinilai tidak ramah bagi tanah yang telah kering dan mengeras akibat minimnya air di musim kemarau.

“Kalau tananya habis kering lama lalu kena hujan seperti itu, rawan timbul bencana longsor, banjir, dan banyak pohon tumbang,” kata Gusdi.

BPBD Kulonprogo telah menyosialisasikan beberapa ancaman bencana yang mungkin terjadi saat musim pancaroba. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan agar tidak panik saat tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang.

Dia juga menyarankan warga agar menebang pohon besar yang sudah tua dan lapuk di dekat rumah untuk mengantisipasi ancaman pohon tumbang. Setidaknya warga diharapkan memangkas dahan atau ranting yang terlalu lebat.

BPBD Kulonprogo juga memastikan kesiapan berbagai peralatan maupun logistik kebencanaan. Gusdi lalu mengungkapkan, pihaknya pun selalu berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) maupun relawan di lapangan.

Setiap bencana yang terjadi harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secepatnya. “Kami memberikan semacam warning kepada teman-teman yang sudah terbiasa tidak ada apa-apa saat kemarau,” ucap Gusdi.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…