Pengguna jalan melintas di Jl. Pungsari-Krikilan yang sedang diperbaiki menggunakan APBD Sragen 2017 sebesar Rp2,2 miliar, baru-baru ini. Jalan tersebut merupakan salah satu jalur menuju Situs Sangiran. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Pengguna jalan melintas di Jl. Pungsari-Krikilan yang sedang diperbaiki menggunakan APBD Sragen 2017 sebesar Rp2,2 miliar, baru-baru ini. Jalan tersebut merupakan salah satu jalur menuju Situs Sangiran. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 3 Oktober 2017 13:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

WISATA SRAGEN
3 Museum di Situs Sangiran Belum Dipungut Retribusi, Ini Sebabnya

Wisata Sragen, tiga Museum Sangiran belum ditarik retribusi.

Solopos.com, SRAGEN — Pendapatan dari retribusi masuk Museum Manusia Purba Sangiran belum optimal lantaran baru dua museum dari lima museum yang sudah ditarik retribusi. Tiga museum lainnya belum ada tarikan retribusi karena kondisi jalan menuju tiga museum tersebut belum memadai.

“Yang sudah ditarik retribusi baru dua dari lima museum yang ada di Situs Sangiran. Sedangkan tiga museum belum ada tarikan retribusi. Karena memang infrastruktur jalan ke museum-museum tersebut belum siap,” tutur Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS), Sukronedi, baru-baru ini.

Tiga museum yang dimaksud Sukronedi yaitu Museum Ngebung, Museum Bukuran, dan Museum Manyarejo, yang berada di wilayah Sragen. Sedangkan dua museum yang sudah berbayar yaitu Museum Krikilan dan Museum Dayu.

Museum Krikilan yang merupakan museum inti ada di Kalijambe, Sragen. Sementara Museum Dayu berada di Desa Dayu, Gondangrejo, Karanganyar.

“Akses jalan [ke tiga museum] hancur. Itu yang mesti dibenahi oleh instansi terkait. Sebab tupoksi [tugas pokok dan fungsi] kami tidak meliputi itu [pembenahan jalan]. Karena kondisi itu wisata antarkluster belum jalan,” imbuh dia.

Sukronedi menjelaskan nantinya dibutuhkan sebuah terminal besar angkutan sebagai simpul transportasi kendaraan di kawasan situs. Keberadaan terminal itu bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat di kawasan situs.

“Nanti bila [infrastruktur jalan] sudah siap, ada terminal besar, biar transportasi antar kluster dikelola masyarakat. Bagaiama UMKM bisa terlibat. Hal-hal ini sekiranya perli dibicarakan dan disiapkan pihak terkait,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…