Peluncuran bus wisata di Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Senin (2/10/2017). (Instagram-@hendrarprihadi) Peluncuran bus wisata di Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Senin (2/10/2017). (Instagram-@hendrarprihadi)
Selasa, 3 Oktober 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA SEMARANG
Bus Tingkat Meluncur, Jadwal Operasional Dipertanyakan

Wisata ke Kota Semarang sekarang bisa menggunakan bus tingkat secara gratis, namun jadwalnya masih dianggap membingungkan.

Solopos.com, SEMARANG – Bus wisata dengan model dua lantai atau kerap disebut bus tingkat secara resmi diluncurkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (2/10/2017). Sayangnya, peluncuran bus tingkat pariwisata itu dianggap tak disertai jadwal operasional yang jelas.

Melalui akun Instagramnya, wali kota yang akrab disapa Hendi itu hanya menjelaskan bus yang akan mengantarkan wisatawan ke beberapa objek wisata di Kota Semarang secara gratis itu beroperasi pagi, siang, dan sore setiap harinya. “Senin-Kamis : 3 kali berputar pagi-siang-sore. Jumat-Minggu: 4 kali berputar pagi-siang-sore dua kali,” ungkap Hendi.

Tak adanya waktu operasional yang jelas lantas memicu warganet ramai bertanya kepada orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu. “Jam operasinya jam berapa aja? Makasih,” tanya pengguna akun Instagram @harwini_amanda.

“Mohon diupdate jam operasionalnya ya pak, biar kami datang tepat waktu dan tidak terlalu lama menanti,” tulis pengguna akun Instagram @muhhussen.

Bukan hanya di media sosial Instagram, warganet di media sosial Facebook, salah satunya di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), juga ramai bertanya-tanya tentang waktu operasional alat transportasi penunjang pariwisata di Kota Semarang itu. Pertanyaan warganet di media sosial Facebook itu dipicu foto peluncuran bus tingkat yang diunggah pengguna akun Facebook Johan Surya.

“Mulai start jam berapa sampe jam berapa?” tanya pengguna akun Facebook Sondong Dong.

“Jadwal jam berapa?” tulis pengguna akun Facebook Eko Purwanto.

Meskipun dibanjiri pertanyaan warganet yang kebingungan, Hendi tak sedikit pun memberikan jawaban. Ia hanya mengungkapkan rute yang akan dilalui bus tersebut.

“Start dari Museum Mandala Bhakti – Jl. Imam Bonjol – Stasiun Poncol – Stasiun Tawang – Taman Sri Gunting berhenti 15 menit. Jl. Pemuda – Lawang sewu – Jl. Pandanaran – Simpang Lima- Jl. Pandanaran – Jl. Dr. Sutomo – Kampung Pelangi berhenti 15 menit. Jl. Kaligarang – Sampokong – Jl.Pamularsih – Bundaran Kalibanteng – Jl. Jenderal Sudirman – Tugu Muda – finish di Museum Mandala Bhakti lagi,” ungkap wali kota Semarang itu.

Sementara itu, melalui sebuah video yang diunggah di media sosial Instagram, Hendi berharap hadirnya alat transportasi itu dapat meningkatkan pariwisata di Kota Semarang. “Ini lebih pada persoalan pariwisata supaya lebih meningkat di Semarang. Jadi rutenya adalah tempat-tempat yang menjadi jujukan wisatawan, seperti museum di Tugu Muda, Lawang Sewu, beranjak ke Stasiun Tawang, Kota Lama, ada lagi Banjir Kanal Barat, ya tempat-tempat wisata seperti Sam Po Kong,” ujar Hendi.

Suami Krisseptiana itu juga memastikan wisatawan dapat memanfaatkan bus tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis. “Biayanya berapa pak Hendi? Gratis setiap hari,” tandas Hendi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…