Mark Zuckerberg (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Mark Zuckerberg (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Selasa, 3 Oktober 2017 04:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

Temui Pejabat AS Pakai Kaos Tuai Cibiran, Begini Gaya Mark Zuckerberg Minta Maaf

Mark Zuckerberg memang bergaya nyentrik.

Solopos.com, NEW YORK — Mark Zuckerberg punya gaya sendiri dalam meminta maaf. Baru-baru ini pendiri Facebook itu dicibir Director of Editorial Progamming Mashable, Damon Beres. Ini gara-gara Mark memakai pakaian yang tak pantas saat bertemu dengan pejabat di negara bagian Delware, Amerika Serikat (AS).

Saat itu Mark terlihat mengenakan kaus abu-abu yang menjadi ciri khasnya, sementara para pejabat termasuk Gubernur Delware, John Carney, tampil rapi dengan setelan jas. Selain itu Beres juga menuding Facebook telah memecah belah warga AS saat pemilu 2016.

Baru-baru ini, Mark Zuckerberg menuliskan sebuah status di akun Facebook yang menuturkan permohonan maaf. Pendiri sekaligus CEO Facebook itu meminta maaf karena telah memecah belah orang-orang.
“Di malam Yom Kippur ini, hari paling suci dalam setahun bagi umat Yahudi di mana kami merenungkan selama setahun ini dan meminta pengampunan untuk segala kesalahan,” kata Mark membuka pernyataannya sebagaimana dikutip Okezone, Senin (2/10/2017).

“Untuk orang-orang yang telah saya sakiti di tahun ini, saya meminta maaf dan saya akan mencoba lebih baik lagi. Untuk semua yang telah saya kerjakan yang mengakibatkan perpecahan dibandingkan persatuan, saya memohon maaf dan saya akan bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.

“Semoga akan ada hal yang lebih baik selama setahun ke depan dan semoga kalian semua dituliskan dalam buku kehidupan,” pungkasnya.

Sementara itu, Damon Beres sebelumnya sempat mengkritiknya dengan mengatakan “”Ini adalah seragam yang mengatakan ‘Saya lebih baik dari Anda,’ sebuah keangkuhan yang mengherankan pada tahun 2017 setelah perusahaannya telah melakukan banyak hal untuk memecah belah orang-orang.”

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…