Public Relations Hotel Royal Ambarrukmo Khairul Anwar (Awang), Public Relations Hotel Royal Ambarrukmo. (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Selasa, 3 Oktober 2017 22:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Tokoh Share :

SOSOK INSPIRATIF
Hilangkan Kejenuhan dengan Belimbing Wuluh

“Di kebun kan ada belimbing wuluh. Saya suka makan itu. Saya suka yang asem-asem.”

Solopos.com, SLEMAN-Kembali lagi ke DIY dan bekerja di hotel yang kental dengan nuansa kraton menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Khairul Anwar (Awang), Public Relations Hotel Royal Ambarrukmo. Dia merasa bisa hidup dalam dunia yang sangat ia cintai yaitu sejarah.

Hotel Royal Ambarrukmo memang lekat dengan bangunan heritagenya. Hotel milik Keraton ini menurut Awang menghadirkan karakter tersendiri di antara hotel-hotel yang ada di Jogja. Kendati secara fisik memancarkan bangunan yang klasik, tetapi semangat kerja yang modern dan mengikuti perkembangan zaman harus ditumbuhkan.

Pria 28 tahun ini memiliki keahlian khusus di dunia digital dan sosial media. Ia pun memanfaatkan keahliannya itu untuk melayani customer hotel kendati tamu yang masuk di Royal Ambarrukmo tidak hanya kalangan orang tua tetapi juga generasi milenial.

“Begitu aku masuk, fasilitas akan ditambah untuk milenial. Nanti akan ada tab dan permainan digital dengan balutan sosial. Ada Kids Club Desember nanti. Untuk generasi X tetap bisa memainkan tapi dengan platform yang mudah,” katanya.

Awang sendiri masuk di dunia perhotelan sejak 2011. Ia sempat bekerja di salah satu hotel di DIY selama empat tahun, kemudian bekerja di Bali setahun, dan akhirnya kembali lagi ke DIY pada Juni 2016 untuk bekerja di Hotel Royal Ambarrukmo.

Ia mengakui, dalam menyelenggarakan event, ia selalu memberikan sentuhan emosi di dalamnya. Seperti saat acara fashion show Hari Kartini, ia mengajak semua perempuan yang terlibat di dalamnya menggunakan kebaya klasik dan bersanggul. “Sekarang orang sering pakai kebaya tetapi modern. Ibu saya juga gitu [memakai kebaya modern] jadi berawal dari kegelisahan pribadi kemudian menjadi inspirasi dalam membuat even,” tuturnya.

Awang mengatakan, bekerja di hotel tidak dijauhkan dari sederet pekerjaan yang menyita waktu. Apalagi dia membidangi berbagai hal mulai dari kehumasan, promosi, sampai even. Saat jenuh, taman di area hotel menjadi pilihannya untuk mengistirahatkan pikirannya.

“Di kebun kan ada belimbing wuluh. Saya suka makan itu. Saya suka yang asem-asem,” katanya.

Pria asal Semarang ini memiliki hobi menyanyi. Sejak sekolah, ia aktif terlibat dalam komunitas paduan suara. Baginya, bergabung di komunitas bisa belajar hal yang kompleks, mulai dari membentuk tim yang solid, menjaga kesehatan, melobi klien, dan mewujudkan jiwa yang kompetitif.

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…