Halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Selasa, 3 Oktober 2017 Halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Selasa, 3 Oktober 2017
Selasa, 3 Oktober 2017 11:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Soloraya Hari Ini: Penertiban Gunung Kemukus

Solopos hari ini memberitakan kabar-kabar terkini di Soloraya.

Solopos.com, SOLO – Pemkab Sragen mematangkan rencana aksi untuk membersihkan kawasan wisata religi Gunung Kemukus dari praktik prostitusi dan hiburan karaoke.

Kabar ini menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (3/10/2017). Kabar lain, pembentukan unit pelaksana teknis (UPT) untuk pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terus tertunda.

Berikut cuplikan berita utama halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa, 3 Oktober 2017;

PENERTIBAN GUNUNG KEMUKUS: Takkan Sekadar Obrak-Abrik

Pemkab Sragen mematangkan rencana aksi untuk membersihkan kawasan wisata religi Gunung Kemukus dari praktik prostitusi dan hiburan karaoke.

Surat edaran (SE) pembersihan prostitusi sudah ada dan Bupati Sragen akan menindaklanjuti SE tersebut dengan surat keputusan (SK) mengenai Tim Gabungan Penanganan dan Penertiban Gunung Kemukus. Aksi nyata tersebut akan dilaksanakan secara massif, terstruktur, komprehensif, dan konsisten mulai Oktober hingga Desember 2017.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menargetkan Gunung Kemukus bebas prostitusi pada 2018. Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sempat menutup prostitusi di Gunung Kemukus pada 2014 lalu. Namun aktivitas tersebut masih berjalan sampai sekarang.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

PERDAGANGAN LUAR NEGERI: Ekspor Batik Naik Dua Kali Lipat

Makin dikenalnya batik Indonesia berpengaruh positif dalam ekspor produk ini. Vice Director I Batik Pria Tampan Solo, Danang Wahyu Pamungkas, mengungkapkan ekspor batik sejak 2012 mengalami pasang surut. Menurut dia pasar ekspor sangat tergantung dengan kondisi politik di negara tujuan ekspor.

Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang cenderung proteksionistis sedikit banyak berpengaruh pada penurunan kinerja ekspor pada 2016. Distributor pun menjadi enggan memesan barang. Selain itu, isu Rohingnya di Myanmar juga membuat ekspor batik ke negara tersebut terhambat.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

HARI BATIK: Eksplorasi Habis-Habisan Gaya Batik

Aneka motif batik dieksplorasi habis-habisan oleh para mahasiswa Program Studi (Prodi) Batik Institut Senin Indonesia (ISI) Solo. Hasil eksplorasi mereka pun diwujudkan menjadi aneka gaya yang dipamerkan di panggung Batik Art Fashiondi Kampus II ISI Solo, Senin (2/10).

Para model pun melenggang ceria dengan sembilan busana pesta dengan bahan utama batik Nusantara. Beberapa motif batik seperti mega mendung, serta motif wayang diaplikasikan dalam beberapa model baju. Ada sackdress, gaun malam, dan kebaya pesta yang penuh dengan tile meriah. Sosok wayang juga ditampilkan dalam tema Srikandi berupa gaun pesta berwarna kuning.

Membawa busur panah, model terlihat anggun dan menawan layaknya sosok Srikandi. “Koleksi ini sangat istimewa. 75% karya dalam kostum ini kami buat secara handmade [digarap tangan],” kata salah satu desainer, Dewi Srianjani.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

PENGELOLAAN KERATON SOLO: PB XIII Bentuk Tim Asistensi Internal

Pembentukan unit pelaksana teknis (UPT) untuk pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terus tertunda. Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII yang seharusnya memberikan kuasa kepada pemerintah untuk membentuk lembaga itu justru mengambil keputusan lain.

Hal ini terungkap dalam rapat bersama anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Subagyo H.S., serta utusan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pariwisata, di Sasana Narendra, Senin (2/10), “Kebetulan ini bulan Sura, tadi disampaikan bahwa pihak keraton punya banyak ritual yang harus dilaksanakan selama Sura, entah itu ritual di gunung, di laut, dan di mana-mana, yang jelas tadi kesepakatannya Sinuhun akan menyerahkan kuasanya [pengelolaan keraton] kepada pemerintah 20 Oktober mendatang,” kata Subagyo kepada wartawan.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…