Presiden Joko Widodo saat menghadiri Kongres Pancasila IX dii Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jalan Persatuan, Sleman, Sabtu (22/7/2017). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 3 Oktober 2017 22:00 WIB Rio Sandy/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Sindiran Jokowi, Masa BUMN Urus Katering & Cuci Baju?

Presiden Jokowi menyindir dominasi BUMN dalam sejumlah proyek.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mengetahui dominasi peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap sejumlah proyek dan memerintahkan agar ratusan anak usahanya untuk dimerger.

Presiden mengatakan telah memerintahkan langsung kepada kementerian terkait dalam rapat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, kemarin.

“Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 [perusahaan] dimerger atau kalau perlu dijual. Ngapain BUMN ngurusin katering, nyuci baju, saya tunjuk langsung,” kata Presiden Jokowi dalam penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Indonesia, Selasa (3/10/2017).

Dia juga telah memerintahkan bagi BUMN yang berada di daerah untuk melimpahkan kesempatannya kepada pengusaha daerah. Presiden telah meminta masukan dari sejumlah daerah dan menemukan bahwa masalah disebabkan oleh ketidakmampuan pengusaha daerah atau memang sudah dikerjakan oleh anak cucu BUMN.

Menurutnya, semua permasalahan harus diungkapkan secara langsung dan terbuka. Presiden akan menyediakan waktu khusus untuk berbicara bersama pelaku usaha dan BUMN. Baca juga: Kadin Kritik BUMN Terlalu Dominan dalam Proyek Besar.

“Enggak apa-apa bicara blak-blakan dengan saya. [pihak] Yang sakit enggak apa-apa, tetapi untuk kebaikan negara,” ujarnya. Baca juga: Risiko BUMN Gagal Bayar, Rasio Utang Negara Bisa Tembus 60%.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…