Ketua Penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar Yoris Raweyai (tengah) didampingi Sekretaris Presidium Penyelamat Partai Golkar Tubagus Ace (kiri), Ketua Organizing Committee Munas IX Partai Golkar Djasri Marin (kedua dari kiri), Ketua Steering Committee Munas IX Partai Golkar Ibnu Mundzir (kedua dari kanan), dan Sekretaris Organizing Committee Munas IX Partai Golkar Ricky Rahmadi (kanan) menggelar jumpa pers menjelang pelaksanaan Munas IX Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (6/12/2014). Munas yang diadakan oleh Presidium Penyelamat Partai Golkar itu akan melakukan pemilihan ketua umum Partai Golkar periode 2014-2019. (JIBI/Solopos/Antara/Vitalis Yogi Trisna) Yorrys Raweyai Jumpa pers Munas Partai Golkar, Sabtu (6/12/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Vitalis Yogi Trisna)
Selasa, 3 Oktober 2017 21:05 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

Setya Novanto Kembali, Yorrys Raweyai Dicopot DPP Golkar

Setelah Setya Novanto kembali, Yorrys Raweyai akhirnya dicopot dari DPP Golkar.

Solopos.com, JAKARTA — Guncangan di tubuh Partai Golkar kian kencang setelah Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Yorrys Raweyai yang kerap menuntut Setya Novanto (Setnov) untuk mundur, dicopot dari posisinya.

Pemecatan itu diakui oleh Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar Roem Kono. Politikus yang dekat dengan Setya Novanto itu mengaku bahwa dirinya telah mendengar informasi pemecatan tersebut.

Roem menegaskan bahwa wacana pencopotan mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar sudah dibahas dan merupakan kewenangan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. “Wacana itu memang sudah ada, tapi pergantian merupakan hak penuh atau diskresi dari ketua umum,” katanya.

Kabar pemecatan tersebut, ujarnya, akan disampaikan secara resmi oleh DPP Partai Golkar. Yorrys dan Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia yang juga telah dipecat, sering melontarkan kritik pada Setnov selama sang ketua umum berstatus sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Bahkan Yorrys meminta Setnov mundur karena statusnya sebagai tersangka disebut telah membuat suara dukungan untuk Golkar terus merosot. Baca juga: Setya Novanto Dikabarkan Mundur Sebelum 20 Oktober 2017.

Terakhir, 27 September 2017 lalu, Yorrys menyatakan bahwa sebelum 20 Oktober 2017 mendatang Golkar sudah harus punya kepemimpinan baru akibat kian melorotnya popularitas partai.

Menurutnya, mayoritas kader Golkar saat ini sudah menyadari bahwa partai beringin sudah semakin terancam. Apalagi kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto terus membuat Golkar terpuruk di mata masyarakat pemilih.

“E-KTP ini sudah menjadi konsumsi publik baik di dalam maupun di luar. Caranya apa untuk menyetop, caranya bagaimana ya menggantikan. Kalau kita cari pengganti baru selesai persoalan itu,” ujarnya. Namun, angin berbalik begitu putusan praperadilan PN Jakarta Selatan menggugurkan status tersangka Setya Novanto.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…