Playmaker asal Uruguay, Ronald Fagundez, saat masih berkostum Persisam Samarinda. (DokJIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 3 Oktober 2017 23:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Ronald Fagundez Ramaikan BMT Tumang Cup Boyolali

BMT Tumang Cup di Boyolali bakal diramaikan Ronald Fagundez.

Solopos.com, BOYOLALI — Meski telah lama gantung sepatu dari sepak bola profesional, Ronald Fagundez masih malang melintang di dunia si kulit bundar. Kualitasnya mengolah bolanya masih menjadi hiburan tersendiri dalam sejumlah turnamen lokal atau tarkam.

Eks bintang Persik Kediri ini pun siap unjuk gigi dalam turnamen BMT Tumang Cup 2017. Fagundez bakal membela Choey FC Ampel ketika menghadapi Satria Pandawa Klaten dalam babak playoff di Stadion Perjuangan, Tumang, Cepogo, Boyolali, Rabu (4/10/2017) sore WIB. Pemenang di laga ini sudah ditunggu tim Liga 2, PPSM Magelang, di babak 16 besar.

Diboyongnya Fagundez menjadi bukti ambisi Choey FC di BMT Tumang Cup edisi kali ini. Musim lalu Choey FC harus terhenti di babak delapan besar setelah dikalahkan Patemon FC yang diperkuat gelandang Timnas, Bayu Pradana. Mereka tak ingin kembali kehilangan muka karena tampil di daerah sendiri.

Ketua panitia BMT Tumang Cup, Nursanto, menyebut Choey FC menjanjikan dua pemain bintang untuk memperkuat tim di turnamen. “Salah satunya memang Fagundez. Musim lalu dia sebenarnya juga bermain di turmanen, tapi saat itu membela tim tuan rumah Persitu Tumang,” ujar Nursanto saat dihubungi Solopos.com, Selasa (3/10/2017).

Namun kekuatan Choey sejatinya tak hanya pada seorang Fagundez. Skuat lain tak kalah berbahaya karena diisi pemain yang mengantarkan Ampel juara kompetisi antarkecamatan di Boyolali belum lama ini. Mereka di antaranya Tri Cahyono (eks Persebi Boyolali) dan Fauzan Fajri (eks PSIS Semarang). Satria Pandawa yang bermaterikan pemain lokal asal Klaten jelas perlu waspada dengan agresivitas Choey.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…