Sapi-sapi yang ikut dalam kontes sapi potong Dinas Peternakan Gunungkidul 2013 di Pasar Siyono, Selasa (28/10/2013).(JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
Selasa, 3 Oktober 2017 05:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PETERNAKAN BOYOLALI
2 Hari, 59 Sapi Unjuk Keunggulan di Kontes Ternak Jateng

Sebanyak 59 sapi dari berbagai daerah di Jateng akan mengikuti kontes ternak di Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 59 sapi nonperah dari 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) akan mengikuti kontes dalam berbagai kategori, Selasa-Rabu (3-4/10/2017) di kompleks baru perkantoran terpadu Pemkab Boyolali.

Kontes tersebut merupakan bagian dari acara Gelar Potensi Peternakan Jateng 2017 yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jateng. Kabid Budidaya Disnak Keswan Jateng Ign. Hariyanta Nugraha mengatakan sebelum mengikuti kontes tersebut, ternak sudah diseleksi tim khusus sehingga pada kontes tersebut tinggal penilaian tahap final.

“Babak penyisihan sudah berlangsung dan kami berkeliling ke 19 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ada 59 sapi dari 16 daerah yang sudah lolos dan masih nominasi dalam final,” ujar Hariyanta saat ditemui wartawan di sela-sela meninjau persiapan di lokasi, Senin (2/10/2017).

Mereka akan bersaing dalam beberapa kategori yakni sapi induk, calon induk, penggemukan persilangan/PO, pejantan, dan calon pejantan. Acara yang akan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada hari kedua Rabu itu dimeriahkan pesta pathok, yang merupakan ajang pamer sapi unggulan bagi peternak sapi lokal Boyolali yang akan diikuti 400 sapi.

Selain sapi, ada juga kontes kambing, ayam Kedu, dan ayam jago. “Ada kambing PE induk, calon induk, penggemukan persilangan/PO, pejantan dan calon pejantan, serta ayam cemani dan jago,” imbuhnya.

Pada acara yang sama akan diadakan festival sumber daya genetik Jateng yang menampilkan potensi ternak lokal Jateng, termasuk yang sudah mendapat penetapan rumpun galur ternak lokal Indonesia. Misalnya, sapi PO Kebumen, sapi Jabres, kambing Kaligesing, kambing Kejobong, domba Batur domba Wonosobo, itik Magelang, itik Tegal, dan lainnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…