Stephen Paddock, pelaku penembakan brutal di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. (Istimewa/Reuters) Stephen Paddock, pelaku penembakan brutal di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. (Istimewa/Reuters)
Selasa, 3 Oktober 2017 15:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Penembakan Brutal di Las Vegas Ternyata Seorang Penjudi Profesional

Otoritas keamanan menyebut Stephen Paddock sebagai pria yang membunuh sedikitnya 59 orang dan melukai 515 lainnya.

Solopos.com, NEVADA – Kepolisian telah merilis identitas pelaku penembakan brutal di dekat Kasino Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat. Pelaku adalah Stephen Paddock, seorang pria berumur 64 tahun.

Stephen Paddock adalah seorang bekas akuntan yang kaya dan menikmati masa pensiun yang tenang di tengah masyarakat kecil di gurun.

Polisi sudah menyebut Stephen Paddock sebagai pria yang membunuh sedikitnya 59 orang dan melukai 515 lainnya di konser terbuka di Las Vegas pada Minggu malam waktu setempat.

Pria berusia 64 tahun yang tinggal di Negara Bagian Nevada tersebut melepas tembakan bertubi-tubi ke arah kerumunan penonton konser yang saat itu sedang menampilkan penyanyi musik country, Jason Aldean.

Pihak berwenang mengatakan dia adalah seorang pensiunan akuntan yang memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat terbang kecil dan sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal.

Namun, seorang bekas tetangganya menyebut bahwa Paddock adalah seorang pejudi profesional dan “berperilaku ganjil.”’

Karenanya, Paddock diduga memiliki riwayat gangguan psikologis, kata seorang petugas berwenang sebagimana dikutip Reuters, Selasa (3/10/2017).

Biro Penyidik Federal Amerika Serikat juga sudah menepis kemungkinan kaitannya dengan terorisme internasional walau ada klaim dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Bekas tetangganya, Diane McKay, 79 tahun, mengatakan kepada Washington Post bahwa dia dan pacarnya adalah orang yang selalu tertutup.

“Dia berperilaku ganjil,” kata Diane McKay. “Ia hidup menyendiri. Seakan tak ada orang lain yang hidup di sekelilingnya. Wajarnya kan orang bisa kelihatan bersungut-sungut, tertawa, apa saja. Tapi dia ini tidak. Dia membisu saja,” lanjut Diane.

Stasiun TV NBC News melaporkan Paddock baru-baru ini melakukan transaksi judi senilai puluhan ribu dolar berdasarkan keterangan aparat keamanan. Namun tidak diketahui apakah dia kalah atau menang.

Kepolisian Las Vegas mengatakan pelanggaran hukum yang sebelumnya tercatat dilakukan oleh Paddock terbatas pada sebuah pelanggaran lalu lintas biasa.

Saudaranya, Bruce Paddock, menjelaskan kepada NBC bahwa dia mendapat pemasukan dari gedung apartemen, yang dimiliki dan dikelola bersama ibunya, yang tinggal di Florida.

Paddock sebelumnya tidak dikenal oleh otoritas federal, namun dikenal oleh aparat penegak hukum lokal. Tidak disebutkan lebih rinci mengenai pria lanjut usia tersebut.

Namun disebutkan bahwa kakek tersebut diketahui tidak punya kaitan dengan terorisme. Kepolisian juga tidak menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Insiden penembakan ini terjadi di kompleks Hotel dan Kasino Mandalay Bay pada Minggu (1/10) malam waktu setempat. Sejauh ini kepolisian Las Vegas menyatakan, lebih dari 50 orang tewas dan lebih dari 400 orang lainnya luka-luka. Dua orang polisi yang sedang tidak bertugas ikut tewas dan dua polisi lainnya luka-luka.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

LIGA 2
Babak 8 Besar Mundur, Begini Sikap Persis Solo

Liga 2 diwarnai dengan pelaksanaan babak 8 besar yang mundur. Solopos.com, SOLO — PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara resmi mengumumkan jadwal penundaan kompetisi babak delapan besar Liga 2 yang rencananya digelar mulai Jumat (20/10/2017) mendatang. Melalui surat edaran No….