Tumpukan sampah di aliran Sungai Winongo tepatnya di Bendung Merdhiko Dusun Nglondong, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Minggu (1/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Tumpukan sampah di aliran Sungai Winongo tepatnya di Bendung Merdhiko Dusun Nglondong, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Minggu (1/10/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 3 Oktober 2017 14:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PENCEMARAN BANTUL
Kualitas Winongo Bantul Terburuk di DIY

Kualitas air Sungai Winongo yang melintasi Kabupaten Bantul ditemukan terburuk dibandingkan sungai serupa yang melintasi wilayah Sleman dan Kota Jogja.

Solopos.com, BANTUL— Kualitas air Sungai Winongo yang melintas di wilayah Kabupaten Bantul merupakan yang terburuk. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan dengan metode biotilik di 17 titik Sungai Winongo di Sleman, Yogyakarta dan Bantul pada Minggu (01/10/2017) lalu.

Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohijani menuturkan, dari tiga titik pemantauan di Bantul yakni Niten Kecamatan Kasihan, Paker Kecamatan Bambanglipuro dan Miri Kecamatan Pendowoharjo dapat disimpulkan Sungai Winongo indeks biotiliknya lebih rendah dari Sleman dan Kota Jogja. Endang menjelaskan indeks biotilik dibagi menjadi empat kategori, yaitu tidak tercemar (3,3 sampai 4,0), tercemar ringan (2,6 sampai 3,2), tercemar sedang (1,8 sampai 2,5) dan tercemar berat (1,0 sampai 1,7). Artinya dengan rata-rata nilai biotilik 2, Sungai Winongo segmen Bantul masuk dalam kategori tercemar sedang.

Sementara itu, Koordinator River and Ecology Club UGM Anggi Maya Sari menuturkan, dengan menghitung sejumlah parameter, yaitu keragaman jenis mikroorganisme invertebrata (hewan tak bertulang belakang), keragaman jenis famili mikroorganisme invertebrata, persentase kelimpahan mikroorganisme invertebrata EPT, dan penilaian indeks biotilik di Bendung Merdhika Niten, Kasihan ia menyimpulkan beberapa hal. Misalnya hewan yang masih bertahan merupakan hewan yang sangat toleran dengan limbah, sudah tidak ada capung yang melintas, warna air yang berubah kecoklatan dan berbau. Itu menandakan pencemaran Sungai Winongo cukup parah. Pengamatan lingkungan sekitar juga menunjukkan hal yang sama. “Timbunan sampah dan vegetasi yang minim di sempadan sungai misalnya,” tuturnya.

Anggi juga membenarkan hasil penilaian kualitas air di Sungai Winongo segmen Bantul. Menurutnya dari empat titik pemantauan di Bendung Merdika, masing-masing mempunyai skor 2.0, 2.2, 2.5, 2.6. Maka dalam satu segmen indeks rata-ratanya adalah 2.3 yang masuk dalam kategori tercemar sedang.

lowongan pekerjaan
PT. SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Pabrik Garam Pati Terganjal Pengadaan Lahan

Pabrik garam di Pati yang diidam-idamkan Pemprov Jateng terganjal pembangunannya gara-gara kesulitan menyediakan lahan untuk menyimpan bahan baku. Solopos.com, SEMARANG — Pembangunan pabrik garam di Kabupaten Pati terkendala pengadaan lahan yang digunakan untuk menyimpan bahan baku pembuatan garam. “Kalau penyediaan…