Pekerja mengusung besi dalam pembangunan Pasar Hewan Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Senin (2/10/2017). (Istimewa/Dok. Pemkab Boyolali) Pekerja mengusung besi dalam pembangunan Pasar Hewan Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Senin (2/10/2017). (Istimewa/Dok. Pemkab Boyolali)
Selasa, 3 Oktober 2017 07:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Pasar Hewan Jelok Boyolali Dihias Relief Dua Dimensi Sapi Ndhekem

Pasar hewan Singkil, Boyolali, yang dipindah ke Desa Jelok sedang dibangun.

Solopos.com, BOYOLALI — Relokasi Pasar Hewan Sunggingan (Singkil) Kecamatan Boyolali Kota ke Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, ditarget selesai Desember 2017. Saat ini pasar pembangunan pasar itu sudah berjalan hampir sebulan.

Sesuai perjanjian kontrak dengan pelaksana, proyek itu harus selesai dalam 105 hari terhitung sejak 5 September lalu. Pasar hewan itu menempati lahan seluas 3,8 hektare (ha).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Suyitno, mengatakan proyek dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari APBD Boyolali tersebut dimaksudkan untuk pengembangan Boyolali bagian atas.

“Harapan relokasi pasar hewan Singkil ke Jelok ini untuk pengembangan kawasan atas [Cepogo] agar menjadi ramai,” ujarnya di lokasi proyek, Senin (2/10/2017), sesuai siaran pers yang dirilis Pemkab.

Pasar hewan di Jelok tidak berada di jalan protokol sehingga akses kendaraan lebih leluasa. Pasar hewan baru ini diharapkan dapat menampung 10.000 ekor sapi. “Saat ini pembangunan dalam tahap pematangan lahan dan pembangunan kantor,” imbuh Suyitno.

Dia membeberkan kantor tersebut akan dihias dengan relief dua dimensi sapi ndhekem. Dilihat dari penampakan samping, kantor berada di dalam perut sapi. Sementara untuk bagian bawah kantor menjadi akses gerbang masuk dan keluar kendaraan hewan di pasar tersebut.

Pasar hewan itu dilengkapi saluran drainase, tambatan hewan, dan lahan parkir. Setelah proyek selesai dan pasar dioperasikan, masih diperlukan beberapa pengembangan dan penyempurnaan.

Disdagperin akan menjadikan pasar hewan Jelok terintegrasi dengan layanan pemeriksaan kesehatan hewan (one gate integral). Catatan Solopos.com, untuk memperlancar akses ke pasar hewan itu, Pemkab juga akan melebarkan jalan menuju pasar itu.

Rencananya, jalan yang sudah ada saat ini akan diperlebar menjadi 12 meter secara bertahap. Sementara itu, selain akan merelokasi pasar hewan Sunggingan, Pemkab juga berencana merelokasi pasar Pasar Candirejo, Pengging, Banyudono dan Pasar Cepogo. Pasar Cepogo yang saat berlokasi di sisi selatan Pasar Induk Sayur Cepogo akan direlokasi ke lapangan Mliwis, Cepogo.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…