Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu dan Teuku Taufiqulhadi menunjukan laporan temuan angket seusai memberikan keterangan pers jelang 60 hari kerja Pansus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/9)/2017. (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A)
Selasa, 3 Oktober 2017 15:00 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

Pansus Angket Tunggu Kedatangan KPK "Sampai Kiamat"

Pansus Angket KPK mengaku tetap menunggu kedatangan KPK sampai kiamat sekalipun.

Solopos.com, JAKARTA — Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK menyatakan tidak akan pernah berhenti berupaya menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke DPR. Padahal lembaga antirasuah itu hingga kini menolak panggilan Pansus.

Wakil Ketua Pansus Angket KPK dari Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi mengatakan untuk mengundang kembali KPK ke DPR, pihaknya akan melakukan rapat internal untuk menentukan jadwal pemanggilan Selasa (3/10/2017) malam.

“Kami mengharapkan KPK bisa memenuhi panggilan Pansus. Bahkan, kami menunggu KPK sampai kiamat untuk bisa hadir,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Selasa (3/10/2017).

Kendati demikian, dia menyatakan bahwa pihaknya menghormati permintaan KPK yang akan memenuhi undangan Pansus Hak Angkett setelah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi atas uji materi UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) soal hak angket DPR.

“Kalau kita ambil kesimpulan sekarang tak adil, sepihak. Karena itu kami menunggu sampai KPK hadir.

Sedangkan Anggota Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya mengatakan bahwa kalau KPK tidak datang setelah panggilan ketiga, maka DPR akan lakukan upaya hukum sebagaimana UU MD3.

Politisi PDIP itu juga menyatakan tidak mempermasalahkan jika Fraksi PAN menarik anggotanya dari Pansus KPK. Kerja Pansus tetap legal sesuai dengan UU, ujarnya.

“Tujuan kita dalam Pansus Angket ini kan untuk menguatkan KPK, masa fraksi-fraksi lain tidak mendukung. Karena nyata-nyata sekarang KPK lemah,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…