Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Director Kustomfest, Lulut Wahyudi melihat deretan kreasi motor kustom pada pembukaan Kustomfest 2016 "Reborn Legend" di Gedung Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (08/10/2016). (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Director Kustomfest, Lulut Wahyudi melihat deretan kreasi motor kustom pada pembukaan Kustomfest 2016 "Reborn Legend" di Gedung Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (08/10/2016). (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Selasa, 3 Oktober 2017 13:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

OTOMOTIF JOGJA
Asyik...Kustomfest Hadir Lagi di Jogja

Kustomfest yang merupakan ajang bagi pecinta modifikasi mobil dan motor akan digelar lagi di Jogja.

Solopos.com, JOGJA— Indonesia Kustom Kulture Festifal atau Kustomfest tahun ini kembali digelar pada 7-8 Oktober mendatang di Jogja Expo Center (JEC). Ajang tahunan bagi para pecinta modifikasi motor dan mobil akan menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri.

Bahkan gaung Kustomfest yang sudah mendunia ini menarik bagi para agen tunggal pemegang merk kendaraan untuk ikut bagian dalam ajang ini. Kustomfest keenam kalinya ini mengusung tema No Boundaries atau berkarya tanpa batas.

“Sebuah tema yang merepresentasikan semua pecinta kustom kulture untuk membuat karya tanpa takut menabrak batasan-batasan yang ada, membangun motor sesuai keliaran ide” kata Direktur sekaligus penggagas Kustomfest, Lulut Wahyudi, dalam jumpa pers di Hotel Gaia Cosmo, Jalan Timoho, Senin (2/10/2017).

Lulut mengatakan, sebagai seorang builder atau para pembuat motor dan mobil harus memiliki imajinasi yang kuat tanpa harus terhalang dengan batasan-batasan. Bahkan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal itulah yang banyak dilakukan para builder dunia.

Bahkan ia menyebut brain terkenal merek motor berawal dari kustom, “Bisa dibilang kustom cikal bakal industri otomotif secara makro,” kata Lulut. Saat ini, kata dia, para pemilik merk motor sudah tidak hanya memproduksi motor hanya untuk transportasi, namun lebih dari itu menciptakan hobi yang bisa dinikmati.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…