Bayern Munchen (JIBI/REUTERS/Axel Schmidt)
Selasa, 3 Oktober 2017 00:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Jerman Share :

LIGA JERMAN
Jalan Bayern Munchen Kian Terjal

Liga Jerman diwarnai dengan Bayern Munchen yang kembali tersendat.

Solopos.com, BERLIN — Awan gelap masih enggan pergi dari langit Bayern Munchen. The Bavarians, julukan Bayern, lagi-lagi gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Hertha Berlin di Olympiastadion, Minggu (1/9/2017) malam WIB.

Penderitaan Bayern belum berakhir karena Franck Ribery harus terkapar karena cedera di laga tersebut. Winger asal Prancis ini tampak mengalami kesakitan di bagian lutut ketika menggiring bola di pertengahan babak kedua. Saat itu dia tak mampu melakukan kontrol dengan sempurna karena kaki kirinya justru menginjak bola.

Ribery pun terpeleset dan terkapar di atas lapangan sambil mengerang kesakitan. Dia akhirnya meninggalkan lapangan dengan dipapah dua orang staf Bayern.  Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic, mengakui cedera lutut yang dialami Ribery tak terlihat bagus. Namun dia belum bisa memperkirakan berapa lama Ribery bakal absen.

Sang pemain masih harus diperiksa lebih lanjut oleh tim medis untuk mengetahui seberapa parah cedera tersebut. “ Franck mengalami kesakitan. Semoga itu bukan sesuatu yang buruk. Dokter tengah memeriksanya,” tutur Salihamidzic seperti dilansir Bild, Minggu.

Kehilangan Ribery tentu menjadi pukulan yang kesekian kali bagi The Bavarians. Sebelumnya Bayern telah kehilangan Carlo Ancelotti menyusul hasil buruk di dua laga sebelumnya (seri 2-2 melawan Wolfsburg dan kalah 0-3 lawan Paris Saint Gernain). Deretan hasil buruk itu membuat Mats Hummels dkk. kini tertinggal lima poin dari Borussia Dortmund di posisi puncak.

Pelatih interim Bayern, Willy Sagnol, menyesalkan hasil imbang yang didapat timnya. Bayern sebenarnya unggul 2-0 hingga menit ke-49 lewat gol Mats Hummels dan Robert Lewandowski. Namun tujuh menit kemudian mereka justru kebobolan dua gol lewat Ondrej Duda dan Salomon Kalou.

“Hasil ini agak menjengkelkan bagi kami. Jika Anda unggul dua gol, Anda harus lebih fokus dan disiplin,” ujar Sagnol seperti dilansir fcbayern.com.

Selain kurang disiplin, Sagnol menilai anak asuhnya kurang efisien dalam memanfaatkan peluang. Dia menyebut problem seperti itu mestinya tak terjadi di klub sebesar Bayern. “Jika kami tidak fokus, kami tak lagi menjadi tim terbaik di Jerman. Ini bukan hanya soal pertahanan, ini adalah masalah tim secara keseluruhan,” tukasnya.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…