PSMS Medan. Para pemain PSMS (berkostum hijau) terlibat argumen dengan wasit dan para pemain PSIS dalam laga di Stadion Kebondalem, Kendal, Kamis (21/9/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Selasa, 3 Oktober 2017 11:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

LIGA 2
Duh, PSIS Kena Sanksi Gara-Gara Penonton

Liga 2 yang mempertemukan PSIS Semarang dan PSMS Medan berbuntut sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.

Solopos.com, SEMARANG — Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda kepada PSIS Semarang menyusul masuknya penonton ke lapangan saat laga melawan PSMS Medan di Stadion Utama, Kebondalem, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (21/9/2017) silam.

Direktur Umum PSIS Semarang Khairul Anwar ketika dimintai konfirmasi di Kota Semarang, Jateng, Senin (2/10/2017), membenarkan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI, Jumat (29/9/2017) lalu itu.

Dalam putusan atas perilaku buruk suporter tersebut, komisi disiplin menjatuhkan denda senilai Rp15 juta kepada PSIS Semarang. Komisi disiplin menyatakan sanksi yang dijatuhkannya itu tidak bisa dibanding.

Selanjutnya, kata Khairul, demi menghindari sanksi yang lebih berat atas kejadian itu, PSIS memutuskan menggelar pertandingan tanpa penonton saat menjadi tuan rumah dalam laga melawan Persita Tangerang, Selasa (3/10/2017). PSIS akan menjamu Persita di Stadion Citarum Semarang.

“Karena kapasitas stadion yang kecil, diputuskan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton,” katanya. Jika penonton diizinkan masuk, lanjut dia, dikhawatirkan akan membeludak hingga pinggir lapangan dan PSIS terancam terkena sanksi yang lebih berat.

Saat ini, PSIS Semarang menduduki peringkat pertama bersama Persibat Batang di Grup B Babak 16 Besar Liga 2. Kedua kesebelasan sama-sama mengantongi poin tujuh dari tiga pertandingan yang sudah dijalani.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…