Rifal Lastori (tengah) merayakan golnya ke gawang Persita Tangerang di Stadion Citarum, Kota Semarang, Jateng, Selasa (3/10/2017) sore. (Instagram-@psisfcofficial) Rifal Lastori (tengah) merayakan golnya ke gawang Persita Tangerang di Stadion Citarum, Kota Semarang, Jateng, Selasa (3/10/2017) sore. (Instagram-@psisfcofficial)
Selasa, 3 Oktober 2017 22:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Liga 2 Digelar di Stadion Citarum Semarang, Rumput Lapangan Ramai Dikritik

Liga 2 antara PSIS Semarang dan Persita Tangerang yang digelar di Stadion Citarum memicu kritik terhadap rumput lapangan.

Solopos.com, SEMARANG – Laga lanjutan Babak 16 Besar Liga 2 antara PSIS Semarang dan Persita Tangerang di Stadion Citarum, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (3/10/2017) sore, berakhir dengan kemenangan PSIS dengan skor 2-0. Kondisi rumput lapangan yang digunakan di laga tersebut pun ramai disorot lantaran kondisinya yang dianggap memprihatinkan.

Di akun resmi Instagram milik PSIS Semarang, warganet ramai mengkritik kondisi lapangan di Stadion Citarum. “Sangat disayangkan, stadion di pusat kota sangat memprihatinkan kondisi rumput lapangannya,” tulis pengguna akun Instagram @sergiorisandi.

Ya Allah kwi lapangan opo sawah ibu kota jateng lho [Itu lapangan atau sawah. Padahal di ibu kota Jateng],” ungkap pengguna akun Instagram @nizalagilramadhana.

Kondisi rumput di Stadion Citarum memang tampak memprihatinkan. Beberapa bagian lapangan terlihat tak tertutup rumput dan sebagian tanahnya tak rata. Bahkan, komentator pertandingan Liga 2 yang disiarkan di salah satu stasiun televisi nasional itu pun kerap menyindir kondisi lapangan Stadion Citarum sepanjang pertandingan.

Warganet berharap PSIS Semarang tak akan lagi menggunakan Stadion Citarum sebagai kandang sebelum ada perbaikan. Menurut mereka, PSIS Semarang lebih baik memilih stadion di luar Kota Semarang dibandingkanharus memakai Stadion Citarum yang memiliki kondisi lapangan yang memprihatinkan.

“Lapangannya kurang joss. Home Base pinjam Persibas [Banyumas],” ungkap pengguna akun Instagram @ibnu_izam72.

Sesok maneh ojo nganggo lapangan citarum maneh yho, mesake pemain PSIS Semarang [Besok lagi jangan menggunakan Stadion Citarum, kasihan para pemain PSIS Semarang],” tulis pengguna aku Instagam @pandi_86.

[Baca juga Digelar di Stadion Citarum, Laga PSIS vs Persita Dipastikan Tanpa Penonton]

PSIS Semarang menggunakan Stadion Citarum lantaran Stadion Jatidiri sebagai kandang PSIS Semarang sedang direnovasi. Sebenarnya, manajemen Laskar Mahesa Jenar telah memilih Stadion Kebondalem Kendal sebagai kandang sementara, namun stadion di Kendal kini sedang digunakan untuk menggelar acara Kendal Expo. Dengan berbagai pertimbangan, laga tersebut akhirnya digelar di Stadion Citarum tanpa penonton.

Terlepas dari kondisi stadion yang mengecewakan, hasil yang yang diraih PSIS Semarang dalam pertandingan Babak 16 Besar Liga 2 itu jauh dari kata mengecewakan. Pada pertandingan tersebut, anak-anak asuhan Subangkit berhasil menundukkan Persita Tangerang dengan skor 2-0. Semua gol di pertandingan itu dicetak pemain bintang PSIS Semarang, Rifal Lastori. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…