Festival Sate Jogja City Mall (JCM) menggelar festival sate, Sabtu (30/9/2017). (IST/Dok JCM)
Selasa, 3 Oktober 2017 03:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KULINER JOGJA
Jogja City Mall Gelar Festival Sate

“Buktinya sebanyak 3.000 voucher sate yang dijual, langsung habis diserbu pengunjung.”

Solopos.com, SLEMAN-Untuk meramaikan Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2017, Jogja City Mall (JCM) menggelar festival sate, Sabtu (30/9/2017). Hanya dengan membeli tiket Rp30.000, pengunjung bisa menikmati tiga porsi sate.

Public Relation JCM Fandi Sutanto mengungkapkan, antusiasme pengunjung sangat besar. “Buktinya sebanyak 3.000 voucher sate yang dijual, langsung habis diserbu pengunjung,” kata dia dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (2/10/2017).

Sate dipilih karena merupakan makanan khas Indonesia dan ada beragam sate dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, JCM menilai sate adalah salah satu makanan yang dikenal semua kalangan. Adapun jenis sate yang disuguhkan adalah seperti sate klatak, sate kambing, sate ayam, sate buntel, sate kerang, sate maranggi, sate bandeng, sate cumi, sate ponorogo, sate padang, dan berbagai jenis sate lainnya.

Tak hanya dapat menikmati sate, pengunjung yang membeli tiket berkesempatan mendapat satu unit IPhone yang disiapkan JCM. Kendati sempat diguyur hujan, festival ini sangat menyedot animo masyarakat karena sampai hari terakhir, tercatat ada lebih
dari 15.000 pengunjung.

Selain sate, makanan yang disuguhkan juga beragam dari lebih 50 stand. Makanan tersebut antara lain, jenang gempol, jadah tempe, cilok, telur gulung, minuman olahan mangga, makaroni, sop janda, sego wiwit. Makanan ini bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau yakni Rp3.000 hingga Rp15.000.

Acara ini mampu meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke JCM. Melalui festival ini JCM ingin turut andil mengenalkan berbagai masakan nusantara kepada masyarakat DIY dan sekitarnya.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…