Aung San Suu Kyi (Independent.co.uk) Aung San Suu Kyi (Independent.co.uk)
Selasa, 3 Oktober 2017 05:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KRISIS ROHINGYA
Kampus Oxford Inggris Copot Lukisan Aung San Suu Kyi

Krisis Rohingya membuat kampus Oxford mencopot lukisan Aung San Suu Kyi lantaran kecewa.

Solopos.com, LONDON– Krisis berkepanjangan di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang membuat etnis Rohingya menjadi korban rterus menjadi sorotan dunia. Konflik tersebut membuat warga Rohingya terusir dari tanah yang telah ditinggali selama puluhan tahun.

Lukisan Aung San Suu Kyi di Oxford University (Telegraph.co.uk)

Lukisan Aung San Suu Kyi di Oxford University (Telegraph.co.uk)

Sudah banyak negara yang mendesak Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, segera menyelesaikan konflik tersebut. Namun, sampai saat ini wanita yang menerima nobel perdamaian itu dianggap belum melakukan tindakan nyata guna mengatasi krisis Rohingya. Hal itu pada akhirnya membuat pihak kampus ternama di Inggris, Oxford University, kecewa.

Kekecewaan itu diungkapkan dengan cara mencopot lukisan Aung San Suu Kyi yang awalnya dipasang di gedung utama St Hugh’s College, Oxford University, Kamis (28/9/2017).  Pihak kampus mengganti lukisan itu dengan gambar hadiah seniman Jepang, Yoshiro Takada.

Koran mahasiswa St Hugh’s College, The Swan, seperti dikutip The Independent, Minggu (1/10/2017), menulis lukisan itu dicopot berdasarkan keputusan rapat pihak rektorat dan perwakilan mahasiswa. “Kampus menerima hadiah berupa lukisan baru awal September 2017. Lukisan ini akan dipajang untuk menggantikan gambar Aung San Suu Kyi yang kini disimpan di gudang,” demikian pernyataan pihak St Hugh’s College.

Sayangnya, tindakan itu mendapat kritikan dari aktivis hak asasi manusia (HAM) Myanmar di Inggris. Mereka menilai pihak kampus melakukan tindakan memalukan. “Ini adalah tindakan pengecut dari St Hugh’s College. Semestinya mereka mengirimkan surat kepada Aung San Suu Kyi, bukan menurunkan lukisannya,” protes Mark Farmer, Ketua Aktivis Hak Asasi Manusia Myanmar di Inggris.

Sebagai informasi, Aung San Suu Kyi, merupakan alumnus dari St Hugh’s College. Dia mendapat gelar BA (Bacherlor of Arts) setelah menamatkan pendidikan di bidang filsafat, politik, dan ekonomi, pada 1967 silam. Pada Juni 2012 lalu, ia mendapat gelar kehormatan dari kampusnya.

Lukisan Aung San Suu Kyi dibuat oleh seniman Tiongkok, Yanning, pada 1997 silam. Lukisan itu lantas disimpan oleh mendiang suaminya, Michael Aris. Sepeninggal sang suami pada 1999, lukisan itu diberikan kepada pihak St Hugh’s College.

Kendati demikian, Aung San Suu Kyi tak memberikan komentar apapun terkait hal tersebut. Selama ini, dia terlihat tenang melihat kecaman yang mengalir deras kepadanya. Pasalnya, dia bersikukuh konflik Rohingya merupakan masalah Myanmar dan menolak campur tangan pihak asing.

 

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…