Ilustrasi beruang (Nymag) Ilustrasi beruang (Nymag)
Selasa, 3 Oktober 2017 22:10 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Sadap Karet, Pasutri Riau Diterkam Beruang

Kisah tragis pasutri asal Riau diterkam beruang saat menyadap karet.

Solopos.com, PEKANBARU – Kisah tragis menimpa suami istri asal Riau. Saruli, 60, dan istrinya Bunui, 40, diterkam beruang saat menyadap karet. Saruli saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, sementara nyawa sang istri tak bisa diselamatkan.

“Luka kecilnya di atas 15 jahitan dan sementara kita menunggu dokter bedah untuk mengobati luka di wajahnya,” kata salah seorang dokter Intalasi Gawat Darurat (IGD) yang menangani Saruli, Handra Juanda di Pekanbaru, Selasa (3/10/2017), seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan selain luka kecil itu, Saruli menderita luka robek di wajah kepala kanan dan kiri, dada dan lengan. Untuk saat ini, tenaga medis sudah menjahit luka-luka kecil yang ada pada tubuh korban.

Dijelaskan olehnya, korban sampai di IGD rumah sakit sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan kronologis yang diketahuinya kejadian nahas menimpa pukul 13.00 WIB saat dia bersama istrinya sedang menyadap karet.

Istrinya tersebut juga diserang beruang yang akhirnya meninggal dunia. Di rumah sakit, Saruli ditemani anaknya karena anggota keluarga yang lain mengurus istrinya yang meninggal tersebut di Kampar.

Meski mengalami serangan beruang, menurut Dokter Hendra Saruli ketika tiba di RS kondisinya masih sadar.”Kondisi Saruli masih sadar penuh,” ucap Hendra.

Untuk hasil sementara, Handra belum dapat memastikan apakah luka yang dialami korban diakibatkan dari serangan binatang buas.”Kalau serangan binatang belum bisa dipastikan. Yang pasti luka ini akibat benda tajam,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Dian Indiarti membenarkan adanya serangan beruang itu. Akibat dari serangan tersebut istri meninggal dunia dan suaminya mengalami kritis.

“Anggota Balai Besar KSDA Riau telah melakukan pendampingan korban di rumah sakit,” jelas Dian.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…