Salah seorang korban keracunan massal dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Bantul, Senin (2/10/2017). (Istimewa) Salah seorang korban keracunan massal dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Bantul, Senin (2/10/2017). (Istimewa)
Selasa, 3 Oktober 2017 12:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KERACUNAN BANTUL
Dinkes Bantul Periksa Sampel Muntahan Korban Keracunan ke Laboratorium

Sampel muntahan korban keracunan di Dusun Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul diperiksa di laboratorium.

Solopos.com, BANTUL— Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melakukan uji laboratorium terhadap sampel muntahan korban keracunan massal menu buka puasa bersama di Dusun Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani  mengatakan, sampel muntahan korban keracunan telah diambil dan tengah diperiksa di laboratorium. Namun, hasil uji laboratorium baru bisa diketahui paling tidak satu minggu setelah sampel diperiksa. “Setelah itu pun tidak bisa langsung kami sampaikan hasilnya, karena perlu kami teliti lagi. Kami juga menempuh langkah-langkah pertolongan untuk korban dan penelitian masalah ini, diantaranya mengukur pola epidemologi, serangan, dan lain sebagainya,” terang Abednego, Senin (2/10/2017).

Petugas dari Dinas Kesehatan juga berupaya mengedukasi ke korban dengan memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi sehingga kondisinya bertambah parah. Dinas Kesehatan juga telah berupaya bekerjasama dengan pihak terkait masalah ini. Antara lain aparat Dusun Tegal Krapyak, pihak kepolisian, dan juga RS.

Baca Juga : KERACUNAN BANTUL : Puluhan Warga Keracunan Massal Menu Buka Puasa

Sebanyak 60 warga dilaporkan mengalami keracunan seusai menyantap menu buka puasa bersama 10 Muharram yang diadakan oleh takmir masjid Al Iksan, Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Sabtu (30/09/2017). Sebanyak 14 diantaranya terpaksa dirawat di RS.

Penyebab keracunan diduga karena para korban menyantap menu masakan yang disiapkan salah satu warga setempat. Menu makan tersebut terdiri dari nasi, oseng kembang kubis, telur dadar serta mie lethek goreng.

Baca Juga : KERACUNAN BANTUL : Korban Keracunan Menu Buka Puasa Bertambah
Acara buka puasa bersama tersebut sejatinya bukan pertama kali karena rutin digelar setiap 10 Muharram. Dalam acara ini, warga masyarakat dipersilakan menyumbang pengadaan logistik maupun penyiapannya. Pada kejadian Sabtu, panyelenggara menyiapkan 80 porsi makanan yang dibagikan kepada 45 orang peserta buka puasa bersama. Sisanya dibagikan kepada warga setempat.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…