Petugas pemadam kebakaran bersama anggota Polsek Tugu memadamkan api di rumah penggergajian di Desa Pucanganak, Tugu, Trenggalek, Senin (2/10/2017). (Istimewa/polrestrenggalek.com) Petugas pemadam kebakaran bersama anggota Polsek Tugu memadamkan api di rumah penggergajian di Desa Pucanganak, Tugu, Trenggalek, Senin (2/10/2017). (Istimewa/polrestrenggalek.com)
Selasa, 3 Oktober 2017 21:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KEBAKARAN TRENGGALEK
Tempat Penggergajian Kayu Milik Kades Pucanganak Ludes Terbakar

Kebakaran menghanguskan rumah penggergajian kayu milik salah satu kades di Trenggalek.

Solopos.com, TRENGGALEK — Tempat penggergajian kayu di Dusun Krajan, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, ludes terbakar, Senin (2/10/2017) dini hari. Tempat penggergajian kayu tersebut diketahui milik Kepala Desa Pucanganak, Hadi Sumanto.

Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto, mengatakan kebakaran tersebut kali pertama diketahui Sumari, warga Pucanganak. Saat itu, Sumari pulang dari warung kopi di sekitar Puskesmas Pucanganak. Sesampainya di tikungan sekitar lokasi kejadian, Sumari melihat ada kobaran api.

Selanjutnya, Sumari mengajak Boniran untuk mengecek lokasi kobaran api tersebut. Setelah dilihat ternyata sumber api dari rumah tempat penggergajian kayu milik Kades Pucanganak.

“Mereka lalu menghubungi pemilik rumah itu dan berusaha memadamkan api bersama warga sekitar,” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman polrestrenggalek.com, Selasa (3/10/2017).

Bambang menuturkan api semakin membesar dan barang di rumah penggergajian tersebut banyak yang terbakar. Beberapa saat kemudian mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api.

Dari keterangan keluarga pemilik rumah penggergajian itu, kerugian dari kebakaran tersebut mencapai Rp80 juta. Hal itu melihat berbagai barang yang terbakar.

Dia memerinci ada satu unit mesin gergaji kayu senilai Rp35 juta, mesin diesel penggerak gergaji senilai Rp5 juta, bangunan tempat penggergajian kayu berukuran 6 meter x 8 meter senilai Rp10 juta. Selain itu, ada sejumlah potongan kayu sekitar 5 meter kubik senilai Rp25 juta.

“Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dan kemudian api membakar kayu di dalam rumah penggergajian itu,” jelas Bambang.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…