Ben Sihombing saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com) Ben Sihombing saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)
Selasa, 3 Oktober 2017 01:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Nada Share :

KABAR ARTIS
Ben Sihombing Pengin Jadi Musisi Jujur

Kabar dari artis Ben Sihombing yang ingin menjadi musisi jujur.

Solopos.com, SOLO – Pergelaran Solo City Jazz 2017 berlangsung sangat meriah. Agenda tahunan Kota Solo yang digelar Jumat sampai Sabtu (29-30/9/2017), itu menghadirkan sejumlah musisi jaz ternama. Bukan hanya dari Solo, ada pula musisi ibu kota yang turut memeriahkan acara tersebut, salah satunya Ben Sihombing.

Penyanyi muda berbakat berusia 22 tahun itu sangat senang mendapat kesempatan unjuk gigi di acara yang spektakuler. Ia memiliki kesan tersendiri saat tampil perdana di Kota Bengawan. “Seru banget, awalnya saya sudah tampil di Pasar Klewer. Ini kali pertama dan seru banget nyanyi di sana. Kali pertama datang ke Solo, bisa tampil di agenda tahunan yang keren, luar biasa banget pokoknya,” ungkap Ben saat berbincang dengan Solopos.com di Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017).

Adik penyanyi kenamaan, Petra Sihombing, ini merasa bangga diundang sebagai pengisi acara Solo City Jazz 2017. Maklum saja, dia merupakan pendatang baru di belantikan musik Indonesia. Dia juga tidak mengkhususkan diri sebagai penyanyi jaz.

“Senang sekali bisa diundang ke acara ini [Solo City Jazz 2017]. Apalagi selama ini kan lagu saya banyak yang pop, tapi tetap ada unsur jaz-nya,” sambung dia.

Single pertama Ben, Set Me Free, dirilis pada April 2016. Pada lagu bergenre pop itu, dia sengaja tidak menggunakan banyak instrumen. Dia hanya memainkan gitar untuk mengiringi suara emasnya melantunkan lagu bernuansa sendu itu.

Setahun setelahnya, tepatnya April 2017, Ben merilis single kedua bertajuk Sama Sama Menunggu. Berkat kerja keras dan suara merdunya, lagu tersebut mendapat sambutan hangat di kalangan penikmat musik. Pada lagu ini, ia mengusung musik pop klasik era 1980-an. Saat ini, dia tengah menyiapkan single ketiga yang rencananya dirilis akhir 2017.

Single ketiga nanti rencananya akhir 2017. Genrenya masih pop era 1980-an gitulah. Pop tapi lebih ke jaz, ditunggu aja nanti,” terangnya.

Kendati demikian, Ben menolak jika dirinya disebut sebagai penyani jaz atau pop. Ia tidak suka diberi predikat tertentu seperti yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Dia mengaku lebih suka dikenal sebagai penyanyi dan musisi tanpa embel-embel lainnya.

“Saya enggak suka dikelompokan gitu. Pada akhirnya biar orang yang menilai, tapi kalau saya enggak suka disebut penyanyi jaz, pop, atau apapun. Saya lebih senang dikenal sebagai penyanyi dan musisi saja,” tuturnya.

Menurut Ben, citra yang melekat itu nantinya akan berpengaruh pada karya. Dia tidak ingin membuat karya yang tidak sesuai dengan hatinya. “Saya penginnya berkarya dengan jujur. Apa yang saya suka dan nyaman ya saya lakukan. Kalau ada sebutan tertentu gitu malah enggak nyaman. Saya kepengin jadi penyanyi dan musisi yang jujur itu aja,” tandasnya.

 

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…