Model memperagakan busana batik koleksi terbaru Batik Keris dalam sebuah mini show di Hotel Roemahku,Laweyan,Solo, Senin (2/10/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Model memperagakan busana batik koleksi terbaru Batik Keris dalam sebuah fashion show di Hotel Roemahku,Laweyan,Solo, Senin (2/10/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 3 Oktober 2017 21:25 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Issue Share :

Inovasi Tanpa Batas dalam Fashion Show Batik Keris

Brand Batik Keris menggelar fashion show saat memperingati Hari Batik Nasional, Senin (2/10).

Solopos.com, SOLO--Mini fashion show bertajuk Pelangi Nusantara menjadi penanda perayaan Hari Batik Nasional yang diselenggarakan Batik Keris Solo, Senin (2/10/2017). Bertempat di Roemahkoe Heritage Solo, para model memperagakan inovasi batik koleksi brand lokal yang telah berkembang sejak 1997 ini.

Sesuai dengan visi mereka Melestarikan Budaya Nusantara, Batik Keris mengeluarkan ragam batik klasik dengan warna-warna alam seperti sogan. Beberapa motif seperti pisang bali, kawung, dan lereng dikreasikan dengan desain kekinian agar sesuai dengan keinginan pasar.

“Namanya juga mempertahankan warisan. Jadi motif yang kami gunakan motif klasik. Ukuran segala macam dipertahankan. Tetapi dibuat modern di pewarnaan dan desain baju,” kata sang desainer, Djongko Rahardjo.

Tak sekadar menggarap motif lawasan, Djongko, juga melakukan pembaharuan dengan mengombinasikan batik dan aksen loreng. Warna cokelat batik terlihat menawan dengan hijau tua loreng yang disematkan di beberapa titik baju seperti kerah, dan area pinggang. Djongko mengatakan Batik Keris memiliki ragam pilihan busana yang cocok bagi semua usia. Dalam fashion show tersebut ia mempersembahkan beberapa potongan outfit untuk remaja, pekerja profesional, dan gaun malam.

Komisaris Batik Keris Lina Handianto Tjokrosaputro, saat diwawancara wartawan mengatakan selalu berinovasi menciptakan produk – produk modern tanpa meninggalkan ciri khas batik yang unik. Diantaranya koleksi sutera, primisima, dan polyester dengan model yang up to date untuk pria, wanita, remaja dan anak. Minimal empat kali dalam setahun mereka juga rajin memperbaharui tema disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang.

Lina menambahkan pendekatan yang dilakukan Batik Keris tak hanya soal hal desain motif. Dalam acara yang dihadiri ratusan pelanggan setia Batik Keris tersebut ia mengumumkan perkembangan bisnis mereka dalam ranah electronic commerce (e-commerce). Mengikuti perkembangan zaman mereka membuka jaringan Batik Keris online untuk menjangkau pembeli di daerah pelosok hingga luar negeri.

“Antusiasnya juga cukup tinggi. Dengan sistem online ini beberapa pelanggan kami seperti di wilayah
Papua dan luar negeri bisa membeli Batik Keris tanpa harus kesulitan mencari lokasi gerainya,” kata dia.

Masih dalam ranah pengembangan bisnis, Batik Keris memproduksi handycraft dan souvenir meliputi kayu, keramik, rotan, produksi kerajinan tas, kerajinan untuk perlengkapan griya, dengan merek Keris Griya.

Mereka juga meluncurkan lini produk yang lain yaitu Keris Snack, Keris Mart dan Keris Cafe berturut mulai 2011 hingga 2016. Sejak April lalu, Batik Keris juga meluncurkan program donasi mendukung penyelamatan anak-anak Indonesia dari perdagangan manusia bekerja sama dengan Rumah Faye.

 

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…