Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau jembatan gantung yang menghubungkan desa Pleret dan desa Segarayasa di dusun Karet, desa Pleret, kecamatan Pleret, Bantul, Senin (02/10/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau jembatan gantung yang menghubungkan desa Pleret dan desa Segarayasa di dusun Karet, desa Pleret, kecamatan Pleret, Bantul, Senin (02/10/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 3 Oktober 2017 15:05 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

INFRASTRUKTUR BANTUL
Kabar Baik, Jembatan Pleret segera Diperbaiki

Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan peninjauan jembatan gantung yang menghubungkan desa Pleret dan desa Segarayasa

Solopos.com, BANTUL- Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan peninjauan jembatan gantung yang menghubungkan desa Pleret dan desa Segarayasa di dusun Karet, desa Pleret, kecamatan Pleret, Bantul, Senin (02/10/2017).

Jembatan tersebut dinilai oleh kepala desa Pleret dan masyarakat setempat kurang bisa menjadi infrastruktur yang membantu mengembangkan potensi desa dan aktivitas sehari-hari warga.

Bupati Bantul Suharsono mengungkapkan Bantul memang sedang membangun fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang mendukung percepatan pembangunan, namun dia juga mengatakan bahwa keterbatasan dana yang dimiliki menjadi kendala.

Lurah Pleret Nurman Afandi pun berharap agar segera ditindaklanjutinya proposal yang telah diajukan kepada pemerintah diatasnya.

“Dengan pembangunan jembatan yang permanen ini diharapkan dapat menunjang segala aktivitas baik dari Pleret maupun dari Segarayasa. Baik anak-anak yang sekolah, para petani, karena jembatan tersebut tidak ada hentinya untuk aktivitas,” ungkap Nurman. Jembatan tersebut juga sangat perlu menurutnya guna mengakses fasilitas-fasilitas umum.

Nurman juga mengungkapkan dengan adanya beberapa situs bersejarah, yang ada di daerahnya dapat dikembangkan dengan adanya akses yang mudah itu.

Sri Sultan pun menanggapi dengan baik keluhan dari warga desa Pleret. Sri Sultan menganjurkan pada warga desa tersebut untuk lebih memberikan pendidikan ke anak-anak mereka, karena hal itu dasar untuk menunjangkan kesejahteraan masyarakat nantinya.

Sedangkan terkait jembatan permanen yang diminta warga Sri Sultan mengungkapkan bahwa ada mekanisme sendiri untuk pengucuran dana tersebut.

“Hal ini harus ada persetujuan dewan, tidak hanya saya, karena itu tidak bisa menggunakan Danais,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan juga ingin rakyat di kabupaten hingga tingkah dukuh ikut menikmati Danais itu, tapi strukturnya harus sesuai, namun hal itu juga perlu waktu.

Sri Sultan berharap tidak hanya masalah jembatan maupun situs-situs tapi juga kemiskinan disana perlu diperhatikan dengan dicarikan solusi yang terbaik agar dapat mengentaskan kemiskinan tersebut.

Terkait masalah situs bersejarah tersebut Sri Sultan meminta agar hal tersebut juga di diskusikan dengan pihak purbakala dan pihak-pihak terkait lainnya.

Sri Sultan juga menjelaskan bahwa dana yang dikeluarkan bukan berasal dari APBD tetapi bantuan Gubernur seperti talud atau sebagainya, jika dirasa perlu. Pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp1,7 miliar, namun dari dana tersebut dia juga berharap yang disisihkan guna anak-anak muda membentuk kelompok pecinta lingkungan, harapannya agar sungai lebih bersih dan terawat.

Dia menginginkan permukiman-permukiman yang berada disekitar sungai bisa meniru permukiman di Kali Code, dimana rumah-rumah warga menghadap ke sungai, tidak membelangkangi sungai. Dengan hal itu masyarakat sedikit banyak yang tinggal di lingkungan sungai tidak membuang sampah di sungai.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…