Bitcoin, mata uang virtual di Amerika Serikat (Sbnation.com) Bitcoin, mata uang virtual di Amerika Serikat (Sbnation.com)
Selasa, 3 Oktober 2017 13:45 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Internet Share :

Ikuti Jejak China, Korsel Larang Uang Virtual Bitcoin

China bahkan tercatat sebagai negara pertama yang membuat kebijakan pelarangan ICO.

Solopos.com, SEOUL – Korea Selatan (Korsel) telah melarang ICO (initial coin offerings), yakni metode penawaran perdana uang kripto. Keputusan ini ditempuh negara tersebut karena kekhawatiran akan potensi penipuan finansial.

Tak hanya Korsel, pelarangan ICO juga sebelumnya dilakukan oleh Bank Sentral China. China bahkan tercatat sebagai negara pertama yang membuat kebijakan pelarangan ICO.

Pada tahun ini, perusahaan di seluruh dunia telah mengumpulkan lebih dari US$1,8 miliar melalui ICO, yang melibatkan penjualan uang kripto yang baru dicetak berdasarkan Ethereal untuk membiayai pengembangan produk. Namun metode ini tak diatur seperti pasar saham mainstream.

ICO juga memiliki potensi untuk menipu investor, alhasil metode ini banyak menuai kritik.

Regulator di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat (AS), Singapura, Hong Kong, dan Inggris telah memperingatkan perusahaan yang terlibat dengan ICO bahwa mereka kemungkinan melanggar undang-undang sekuritas. Dalam hal investasi mereka juga telah diperingatkan akan kemungkinan kehilangan uang yang mereka kucurkan.

Memang ada banyak proyek yang menjanjikan, namun tak kalah banyak pula praktik ICO yang bermasalah dan jumlahnya terus meningkat.

“Menggandakan dana melalui ICO tampaknya meningkat secara global, dan penilaian kami adalah bahwa ICO juga meningkat di Korea Selatan,” kata Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan setelah melakukan pertemuan dengan Bank of Korea dan National Tax Service.

“Ada situasi di mana uang telah dikucurkan ke arah yang tidak produktif dan spekulatif,” ujar wakil ketua FSC Kim Yong-beom.

Keputusan pelarangan ICO di China nampaknya telah menyebabkan Korsel menjadi bidikan perdagangan saham uang kripto. Saham di China sendiri diperkirakan telah turun lebih dari 90%. Korsel, Jepang dan AS kemudian muncul sebagai pusat perdagangan baru.

Serupa dengan di China, pelarangan ICO di Korsel juga menyebabkan harga saham bitcoin menyusut 3% hanya dalam kurung waktu 24 jam. Sementara itu nilai Etereum juga tergelincir 6,5%. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Senin (2/10/2017).

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….