Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi) Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi)
Selasa, 3 Oktober 2017 14:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Hingga Awal Oktober, 56 Kambing Mati Digigit Hewan Liar

Serangan hewan liar di wilayah Gunungkidul menyebabkan 56 kambing milik warga mati secara mendadak.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Serangan hewan liar di wilayah Gunungkidul menyebabkan 56 kambing milik warga mati secara mendadak.

Baca juga : PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Akhirnya, Ada Warga yang Melihat Wujud Hewan Penyerang Ternak

Wilayah Desa Purwodadi, Tepus menjadi daerah yang banyak ditemukan serangan dengan jumlah mencapai 44 kasus. Adapun sisanya 12 kasus merupakan peristiwa yang terjadi di Kecamatan Rongkop.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi Suyanto mengatakan untuk sementara wilayahnya aman dari serangan hewan liar. Namun demikian, pemilik ternak harus tetap waspada karena hingga sekarang sudah ada 44 kambing mati karena digigit.

“Kebanyakan kasus terjadi di wilayah Dusun Sureng dan Danggolo,” kata Yanto kepada Solopos.com, Senin (2/10/2017).

Dia menjelaskan, meski sudah banyak kambing yang mati, warga belum mengetahui secara pasti hewan liar yang melakukan penyerangan.

“Kami cuman bisa lihat dari ciri-ciri serangan, dimana banyak ditemukan luka gigitan di bagian leher dan perut pada kambing mati. Namun untuk pastinya, tidak tahu karena warga belum ada yang melihat peristiwa serangan secara langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Binmas Polsek Rongkop, Aiptu Soeprapto mengatakan, sejak pertengahan Agustus lalu telah terjadi beberapa kali serangan hewan liar terhadap ternak warga. Dari serangan ini didata ada 12 ekor kambing yang mati. “Dari penyelidikan yang dilakukan, kemungkinan kematian ini disebabkan serangan anjing liar, karena sempat ada yang melihat peristiwa tersebut,” kata Soeprapto.

Menurut dia, serangan terakhir terjadi pada Jumat (29/9/2017) lalu terhadap dua kambing milik Nur Prayitno, warga Dusun Kendal, Melikan, Kecamatan Rongkop. “Sebenarnya ada tiga yang diserang, tapi seekor kambing dapat meloloskan diri dari serangan,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…